MalangPost - Raih Rahmat Allah Di Majelis Taklim bersama Mamah Dedeh

Jumat, 10 Juli 2020

  Mengikuti :

Raih Rahmat Allah Di Majelis Taklim bersama Mamah Dedeh

Jumat, 14 Feb 2020, Dibaca : 1086 Kali

MALANG - Banyak cara yang bisa dilakukan umat muslim untuk meraih Rahmat Allah SWT. Berbekal kesungguhan dan niat yang ikhlas dalam amal dan ibadah, maka Rahmat Allah SWT akan tercurah kepadanya.

Salah satunya dengan menghadiri majelis taklim dan dzikir. Dalam hadits sahih dijelaskan, ribuan malaikat turun dari langit untuk mengirimkan rahmat Allah SWT bagi mereka yang hadir dalam majelis ilmu. Rasulullah SAW bersabda; “Dan sesungguhnya para malaikat akan meletakkan sayap-sayapnya kepada para penuntut ilmu karena ridha atas apa yang telah dilakukan,"

Dalam hadits lain juga dijelaskan oleh Nabi; “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya”.

Hadits Riwayat Imam Muslim tersebut dibacakan dan dijelaskan oleh Ustadzah Dedeh Rosidah saat materi Parenting Islami di Masjid Sabilillah, akhir pekan lalu. Di depan ribuan jamaah dari keluarga besar SD Islam Sabilillah, Ustadzah kondang yang akrab disapa Mamah Dedeh itu memberikan motivasi agar jamaah tidak segan untuk mengikuti majelis taklim. "Karena pahalanya besar, satu langkah menuju majelis ilmu akan bernilai satu kebaikan," katanya.

Ia mengatakan sayap-sayap malaikat akan menaungi hamba-hamba Allah yang hadir dalam majelis ilmu. Semua malaikat memohonkan ampun kepada Allah agar dosa mereka diampuni. "Maka jangan malas untuk hadir ke majelis ilmu seperti saat ini. Selain mendapat tambahan ilmu, ada malaikat di sekitar kita yang memintakan ampun kepada Allah untuk kita," imbuhnya.

Hikmah lain dari menghadiri majelis taklim, juga dijelaskan oleh Ustadzah yang kerap tampil di telivisi tersebut dengan mengutip hadits lain Rasulullah. Ia menuturkan, bahwa pahala hadir dalam majelis ilmu sangat besar. Bahkan dalam satu jam pahalanya sama dengan salat sunnah seribu rakaat. "Adakah diantara kita yang hadir dalam majelis ini yang sanggup salat seribu rakaat,?" tanya Mamah Dedeh kepada jamaah.

"Kalau tidak ada, maka hadirilah majelis taklim dengan niat yang ikhlas karena Allah. Pahalanya sama dengan seribu rakaat," sambungnya.

Ia berharap keluarga besar SDI Sabilillah termotivasi dengan ajaran hadits nabi tersebut. Untuk menjadikan diri mereka semakin lebih baik dari hari ke hari. "Semoga hadits nabi ini membuat kita makin baik dan makin dekat pada Allah. Karena barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, termasuk golongan orang-orang yang beruntung," terangnya.

Parenting Islami merupakan agenda rutin SD Islam Sabilillah. Yang melibatkan guru dan orang tua siswa. Dalam kegiatan ini sekolah mendatangkan para mubaligh atau motivator sebagai pemateri.

Di tingkat LPI Sabilillah sendiri juga ada program semacam ini. Namanya Bina Qalbu. Digelar oleh paguyuban orang tua yang bersinergi dengan LPI Sabilillah.

Kabag Kerjasama dan Bisnis LPI Sabilillah, Taufikurrahman,M.Pd, mengatakan, sesuai namanya bina qalbu merupakan suatu majelis untuk membina hati. Siraman rohani dan tausiah yang disampaikan ulama dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menata dan melembutkan hati orang tua, guru dan keluarga besar LPI Sabilillah.

"Kalau hati sudah dibina maka akan mempengaruhi kinerja kita, mempengaruhi kesabaran dan keikhlasan orang tua dalam mendampingi dan mempercayakan anaknya pada Sabilillah. Sehingga anak dapat belajar dengan tenang dan bangga mengukir prestasi di sekolah kami," terangnya.

Selain diikuti orang tua wali siswa, Majelis Bina Qalbu juga diikuti siswa-siswi kelas VI, IX dan XII. Sehingga tautan hati terjalin tidak hanya antara orang tua dan guru, tetapi juga siswa. "Akhirnya kami menyadari bahwa kegiatan belajar mengajar harus juga disertai doa. Sebagai unsur yang tidak kalah penting dalam sebuah proses," ujar Rahman, sapaan akrabnya. (imm/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi