Malang Post - Rafting Seru di Sungai Ayung, Ubud, Gianyar

Rabu, 08 April 2020

  Mengikuti :


Rafting Seru di Sungai Ayung, Ubud, Gianyar

Sabtu, 01 Feb 2020

INDUSTRI pariwisata di Bali, kini tidak cukup mengandalkan keindahan pesona laut. Pesona pantai Kuta. Pantai Pendawa atau pantai Sanur. Sebaliknya, aliran sungai pun jadi lahan basah mengeruk pundi-pundi dollar. Juga Rupiah. Tidak semua sungai di Bali, cukup bagus digunakan rafting. Tercatat hanya tiga sungai saja yang layak. Yaitu Sungai Telaga Waja di Karangasem. Sungai Ayung di desa Payangan, Ubud. Dan Sungai melangit di kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Dari tiga pilihan itu, saya (Malang Post) dan rombongan memilih rafting di Sungai Ayung, Ubud. Agar sensasi dan kualitas rafting sempurna, saya pun menggunakan jasa Graha Adventure Rafting. Satu diantara 70 perusahaan penyedia jasa rafting di Kawasan Ubud, Bali.
Perjalanan dari hotel di Denpasar, ke markas Graha Rafting di Jl. Kedewatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, butuh waktu sekitar 60 menit. Sebelum berangkat ke Sungai Ayung, para tamu diberi uniform khusus. Yaitu helm kepala, vet pelampung dan tongkat dayung.

   Baca juga : Pantau Bawah Laut dengan Snorkeling, Pandang Lautan Pilih Parasailing


Setelah perlengkapan dikenakan, Nengah Artha, pemilik Graha Rafting, memberi pengarahan. Isinya tentang tata cara berafting yang benar. Jangan sampai, tujuannya mencari kesenangan justru berubah jadi celaka, karena salah mengendalikan boat saat menyusuri sungai Ayung.
Tidak lama. Sekitar 10 menit pengarahan, saya dan seluruh peserta dibagi enam orang, per satu grup. Atau enam orang per satu boat. Selesai pembagian, langsung diangkut kendaraan sesuai grup masing-masing menuju desa Begawan.
Jangan dibayangkan turun dari pikup langsung berhadapan dengan sungai Ayung. Semua peserta rafting dan pemandu masing-masing grup, harus turun jurang setinggi kurang lebih 30 meter. Atau sedikit di atas pohon kelapa.  Peserta harus menyusuri 600 anak tangga. Sebuah pekerjaan yang menguras tenaga. Hitung-hitung sebagai sarana pemanasan sebelum masuk ke Sungai Ayung. Jika Anda tidak kuat, jangan paksakan diri. Tapi berhentilah sejenak ambil nafas. Lalu turun lagi sampai di bibir sungai Ayung.
Perjalanan menyusuri anak tangga langsung terbayar, begitu sampai di bibir sungai. Di sini, boat sudah disiapkan dan masing-masing tim siap meluncur. Tidak hanya wisatawan domestik. Wisatawan asing pun rafting di Sungai Ayung. Mereka berasal dari Australia, Jerman, Cina, Jepang bahkan Liverpool, Inggris.
Rafting pun dimulai dan go ……. Agar boat berjalan sesuai aman, pemandu selalu memberi aba-aba. Kapan harus mendayung ke depan. Kapan harus mendayung ke belakang. Dan kapan harus boom. Semua penumpang boat harus memarkir tongkat dayungnya. Dayung diposisikan berdiri di atas boat.
Panjang Sungai Ayung, kurang lebih mencapai 12 KM. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai di finish sekitar 2,5 jam. Pos pemberhentian ada di desa Kedewatan. Kurang lebih 1 KM dari markasnya Graha Rafting.
Selain seru memainkan derasnya Sungai Ayung, sepanjang perjalanan kita disuguhi indahnya alam Ubud. Selain sawah dan air terjun, mata kita juga disuguhi aneka corak relief alam yang menempel di bebatuan.
Dan yang tidak kalah menarik berdirinya hotel dan villa di sepanjang Sungai Ayung. Pemandu boat kami cerita, kalau hotel Mandapa A Ritz-Carlton Reserve adalah milik Reino Barack. Suami artis Syahrini. ‘’Kalau tidak salah, sewa semalam Rp 20 juta,’’ ungkap pemandu.
Di pinggir sungai ini pula, terliaht kecantikan Hotel Four Season Ubud. Sebuah penginapan bintang lima yang pernah dijadikan lokasi syuting film Eat Pray Love, oleh Julia Robert. Bahkan, Presiden Obama saat berkunjung seminggu di Bali, juga memiliki penginapan ini untuk destinasi utama.
Jarak tempuh 12 KM tidak langsung dihabis selama 2,5 jam. Tetapi, peserta diberi waktu istirahat menikmati minum dan makanan kecil di pinggir sungai. Pedagang di situ tidak lain adalah kerabat dari operator rafting.
Tapi jangan heran, kalau harga minuman di sini bisa naik ratusan persen. Minuman air mineral dan kaleng, dibanderol sama Rp 30 ribu per piece. ‘’Ojok dipadhakno nang (jangan disamakan dengan, red) supermarket. Jelas lebih murah di sana,’’ kilah Rois Jejeli, wisatawan asal Surabaya.
Dan 2,5 jam menikmati serunya rafting Sungai Ayung, kita pun sampai di pos pemberhentian. Tapi, jangan leha-leha dulu. Untuk menuju pikap di jalan raya Kedewatan, kita harus naik menyusuri 400 anak tangga. Ingin coba .. silakan rafting ke Sungai Ayung, Ubud. (hary santoso)

Editor : Redaksi
Penulis : Hary Santoso

  Berita Lainnya





Loading...