Puncak Pendidikan Berkelanjutan SISMA | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Puncak Pendidikan Berkelanjutan SISMA

Senin, 27 Jan 2020,

MALANG - SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School merupakan satu dari program sukses Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang. Di lembaga ini para professor, para ahli dan teknisi pendidikan beserta para ulama, telah menyusun konsep yang strategis untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas di segala bidang. Hasilnya, adalah program yang berkelanjutan mulai dari TK, SD, SMP dan SMA.

   Baca juga : Ma had Sabilillah Malang, Program Menyenangkan Santri Pun Betah


Dari konsep tersebut, maka jelas hasil akhir yang sesungguhnya berada di tingkat SMA Islam Sabilillah Boarding School. Artinya, masyarakat dapat melihat hasil pendidikan yang maksimal Sabilillah dengan melihat lulusan SMA-nya.
Hal itu diungkapkan Kepala SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School, Luqman Hakim, M.Pd., saat wawancara dengan Malang Post, beberapa hari lalu. “Di SMA inilah kita akan tahu hasil pendidikan berkelanjutan dari LPI Sabilillah, dengan program-program unggulan yang diterapkan selama ini, mulai tingkat TK. Di SMA Islam Sabilillah inilah puncak dan pamungkasnya,” ujarnya.
Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA) dari TK hingga SMA dikenal dengan delapan program unggulannya. Yaitu pendidikan karakter, maqoman mahmudah, every day with Alquran, super skills, we can speak, sekolah para juara, program kebangsaan dan program semerbak (sehat, menyenangkan, rapi, bersih dan berkarakter).
Program-program tersebut diaktuliasasikan di masing-masing sekolah, dengan pengembangan berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat sekolahnya, maka semakin matang hasil pembinaannya. “Maka masuk SMA Sabilillah itu sangat penting dan sangat strategis untuk maksimalnya pendidikan yang ditempuh sejak tingkat bawah,” ujar Luqman.
Kalau tidak, kata dia, maka terjadi proses yang terputus dari yang seharusnya berkelanjutan terhadap delapan program tersebut. “Sehingga akan rugi jika orang tua memutus pendidikan anaknya hanya sampai di SMP Islam Sabilillah. Karena kalau pun harus ke SMA lain, anak-anak harus beradaptasi lagi dan pembinaan dimulai dari awal,” tuturnya.
Luqman mencontohkan, salah satu program esktra Paskibra. Kemampuan siswa SMPIS dalam Paskibra akan semakin maksimal kalau dilanjutkan di SMAIS. Berbeda dengan masuk sekolah lain, yang belum tentu bisa bergabung dengan kelompok Paskibranya. Karena harus melalui seleksi dan dilihat kembali potensinya. “Demikian juga program bakat dan minat lain,” imbuhnya.
Selain program ekstra, pendidikan dan pengajaran di SMAIS juga menerapkan model keterampilan abad 21 atau yang diistilahkan dengan Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative (4C), serta Higher Order Thinking Skill (HOTS). Salah satunya diimplementasikan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). “Dari SMP sistem ini sudah ada, namun ketika SMAIS akan lebih dimatangkan sehingga siswa benar-benar siap, sehingga kemampuan dan keterampilannya sesuai dengan tuntutan zaman,” tandasnya. (imm/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...