Puluhan Pelajar Diamankan | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 984 , bagus, fino

Terjaring Polisi Sebelum Demonstrasi

MALANG-Puluhan pelajar terjaring sweeping di kawasan Stasiun Kotabaru hingga kawasan Tugu Kota Malang, Kamis (26/9) kemarin. Total pelajar yang dijaring mencapai tak kurang dari 89 anak.  Mereka bergerak turun ke jalan setelah melihat ajakan di berbagai media sosial.

Sekitar pukul 14.00 WIB, sweeping mengamankan sekitar delapan orang pelajar. Mereka terpantau berkumpul di pinggiran jalan dekat Taman Trunojoyo (depan Stasiun Kotabaru Malang).  Pelajar yang semuanya laki-laki ini memakai baju berwarna hitam-hitam. Saat diperiksa oleh petugas pun ditemukan poster-poster khas orang yang hendak berdemonstrasi. Mereka juga mengakui bahwa mereka adalah pelajar SMK. 
Di saat yang bersamaan juga polisi mengamankan kelompok pelajar secara acak di berbagai titik di sekitar Stasiun Malang Kotabaru, Jalan Kertanegara dan Jalan Tugu (dekat DPRD Kota Malang). 
Anggota polisi menyita beberapa lembar kertas poster dengan hashtag “Tolak RUU KUHP”. Poster tersebut sempat disembunyikan di dalam tas salah satu pelajar. Saat diinterogasi polisi, mereka mengaku tak paham isu yang dimaksud.
“Demo apa, kamu paham Undang-Undang gak," tanya salah satu polisi saat menanyai pelajar pelajar di kawasan Taman Trunojoyo. Malang Post pun melihat bahwa pelajar-pelajar ini tidak ada yang mengenakan atribut kendaraan lengkap seperti helm. 
Pelajar SMK ini bahkan sempat memohon kepada polisi untuk bisa pulang. Namun tak dihiraukan polisi. Mereka kemudian diangkut menggunakan kendaraan polisi menuju Mapolres Malang Kota.
Salah seorang pelajar saat ditanyai mengaku berasal dari SMK di Singosari Kabupaten Malang, lainnya mengaku berasal dari SMK di Tumpang. Mereka datang ke DPRD Kota Malang karena ajakan di sosial media. 
"Ada di Facebook," kata salah seorang pelajar yang mengaku duduk di bangku kelas XII itu.
Tidak lama setelah itu, polisi melebarkan kawasan penjaringan yang kemudian dipusatkan di depan Gedung DPRD Kota Malang. 
Malang Post pun sempat melihat proses pemeriksaan. Di mana salah satu pelajar yang terjaring, kedapatan membawa senjata tajam berupa pisau dapur. Pemuda yang mengaku berasal dari SMKN 12 Malang ini tidak ingin ikut demo.
"Sumpah pak saya habis praktikum. Saya mau balik ke sekolah ini. Itu pisaunya bau sabun habis potong sabun pak lihat saja," tukas pelajar berjaket jeans ini.
Ia kemudian ditanya oleh petugas kepolisian soal kelengkapan identitas. Pelajar ini tidak dapat menunjukkan alat kelengkapan berkendaranya sama sekali. Pengakuannya kepada polisi, ia lupa membawa dompetnya.
Dengan alasan ini, polisi tidak bisa membebaskan pelajar ini begitu saja. Sepeda motor maticnya pun dipinggirkan, kunci diambil dan pelajar tersebut diangkut masuk kedalam bus polisi. 
Setelah itu belasan pelajar lainnya juga dijaring petugas kepolisian dibantu Satpol PP. Menurut pantuan Malang Post, dari pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB kurang lebih 3 mobil polisi datang mengangkut anak-anak ini untuk dibawa ke Mapolres Malang Kota. Satu mobil ini bisa mengangkut sekitar 7 hingga 10 pelajar yang terjaring. 
 



Senin, 16 Des 2019

10 Ribu Senamers Padati Rampal

Loading...