PSC Jadi Layanan Kesehatan Terpadu

Jumat, 18 Oktober 2019

Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 258 , udi, ira

Sektor kesehatan, juga akan menjadi angan-angan besar Sanusi, setelah dilantik menjadi Bupati Malang. Obsesinya, memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Malang. Salah satunya, dengan membentuk PSC (Publik Service Center).
Untuk program tersebut, Sanusi menganggarkan Rp 39 M di PAK APBD 2019.  "PSC itu merupakan model layananan yang terintegrasi satu antara OPD satu dengan OPD lain, serta dengan lembaga lain. Dan, informasinya juga terhubung dengan Command Center Kabupaten Malang," ungkap Sanusi.
Dicontohkan, saat ada kecelakaan, OPD  terkait langsung bergerak, termasuk Dinas Kesehatan langsung memberangkatkan ambulance  lengkap dengan peralatan medis dan dokter. "Sehingga saat ada kecelakaan, korban segera ditolong, tidak pakai menunggu lama," ujarnya.
Layanan yang mengadopsi dari Pemkab Tulungagung ini disebutkan Sanusi, didalamnya ada layanan lima menit penanganan pasien. Layanan itu berjalan per lima menit harus ada progres tindakan.
"Lima menit pertama, pasien datang langsung ditangani, lima menit kedua tim medis melakukan diagnosa, lima menit selanjutnya penanganan, dan lima menit terakhir adalah pemberian obat, yang dilanjutkan dengan pasien pulang," tuturnya.
Dengan adanya layanan itu, tidak ada lagi pasien yang tidak tertangani atau terlantar. Terkait  layanan tersebut, Sanusi mengaku dapat memonitor secara langsung. "Layanan itu diterapkan di dua rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Malang, yakni RSUD Kanjuruhan dan RSUD Lawang," katanya.
Keseriusan Sanusi mewujudkan layanan itu tidak sekadar menyediakan anggaran. Namun sudah mengumpulkan tim medis di dua rumah sakit di Kabupaten Malang. "Dokter umum dan dokter spesialis termasuk perawat semuanya sudah dikumpulkan terkait layanan ini. Kami berharap layanan ini cepat direalisasi," tambahnya.
Selain layanan lima menit tersebut, Sanusi juga membuat kebijakan di sektor kesehatan. Yakni  pasien kelas 3 tidak mampu tidak ditarik biaya saat berobat di RSUD Kanjuruhan maupun di RSUD Lawang. "Dengan layanan itu, tidak ada pasien yang tidak mampu terlantar. Semuanya harus tertangani," tuturnya. (ira/udi)



Minggu, 06 Okt 2019

Menunggu Bukti Atasi Banjir

Loading...

  Follow Us