PSBB Terancam Tak Efektif, ODP dan PDP Justru Bertambah

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


PSBB Terancam Tak Efektif, ODP dan PDP Justru Bertambah

Jumat, 22 Mei 2020, Dibaca : 1755 Kali

MALANG - Peringatan bagi warga Malang Raya. Jika cuek aturan pencegahan Covid-19, maka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak memberi dampak memutus rantai penyebaran virus Corona. Fakta warga bandel pun masih terus bertambah.
Memasuki hari kelima atau jelang sepekan PSBB, jumlah warga maupun pasien rentan malah bertambah. Ini sesuai kategori Orang Dalam Risiko (ODR), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) justru makin bertambah. Fenomena tersebut terjadi di Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

   Baca juga : 76 PDP di Kota Malang


Di Kabupaten Malang, hari pertama PSBB pada 17 Mei lalu, terdapat 420 kasus ODP. Tapi Kamis (21/5) naik hingga 444 kasus. Kasus PDP bertambah sembilan sejak 17-21 Mei. Yakni dari 250 kasus menjadi 259 kasus PDP.
Jika dilihat dari grafik setiap hari, peningkatan jumlah kasus ODP awalnya cukup signifikan. Hingga 20 Mei kenaikan kasus ODP diangka 1-3 kasus per hari. Namun Kamis (21/5) , sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang alami kenaikan sangat singifikan. ODP Rabu (20/5) tercatat 426 kasus, atau bertambah 18  kasus dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (21/5) sebanyak 444 kasus.  

   Baca juga : PSBB di Kabupaten Malang, Warga Keluyuran saat Jam Malam


 Begitu juga dengan PDP. Semula pertambahan kasusnya tidak terlalu mencolok. Awal PSBB PDP di Kabupaten Malang sebanyak 250 kasus. Ada penambahan satu dua kasus per hari. Namun terdapat empat kasus baru. Saat ini total PDP mencapai 59 kasus.
Kondisi ini membuat Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo melakukan evaluasi. “Karena saat start PSBB, penekanan kami justru pada kasus ODP dan PDP. Diharapkan dengan PSBB, ODP dan PDP tak mengalami kenaikan, “ kata Arbani.


Mantan Direktur RSUD Lawang ini menambahkan, kasus ODR juga bertambah. ODR merupakan warga yang memiliki risiko terpapar Covid-19. Mereka bisa dari luar Malang dalam kawasan Indonesia maupun dari luar negeri zona merah.
 “Ini juga menjadi bahan evaluasi kami. Jika sampai tujuh hari pelaksanaan PSBB jumlah ODR dan OTG masih bertambah, maka penerapan PSBB harus betul-betul diperketat,” tegasnya.

Baca juga : Polisi: Masih Banyak yang Melanggar


Selain itu, warga Kabupaten Malang yang terpapar Covid-19 juga mengalami peningkatan.  Tapi ini bukan ukuran pelaksanaan PSBB lantaran bisa saja pelaksanaan swab dilakukan sebelum Minggu (17/5).
Untuk diketahui, dari data 17 Mei 2020 lalu tercatat terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 53 kasus. Angka ini bertahan sampai Selasa (19/5) lalu. Pada Rabu (20/5),  terjadi peningkatan dua kasus positif. Kemudian Kamis (21/5) jumlah positif terpapar Covid-19 mencapai 56 orang. Namun demikian dari jumlah tersebut, 20 di antaranya sembuh, 10 meniggal, 17 orang jalani isolasi di rumah, empat di rawat di rumah sakit dan di gedung observasi sebanyak lima orang.  


Lebih lanjut Arani mengatakan tiga pasien kasus baru berasal dari PDP. Ketiganya diambil swab sebelum PSBB diterapkan. “Laporan yang masuk dari tiga orang ini, dua di antaranya berasal dari Singosari dan satu dari Lawang. Sedangkan satu kasus lagi sedang dilakukan pelacakan,” jelas Arbani. (red/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi