Program Sumur Wakaf, Ide Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Malang | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 03 Sep 2019, dibaca : 400 , Udi, ira

MALANG - Upaya mengatasi kekeringan jangka panjang di Kabupaten Malang, organisasi nirlaba, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggagas program Sumur Wakaf. "Kami cari titik sumber air di wilayah langganan kekeringan kemudian kami bangun sumur di situ. Sehingga ketika ada permasalahan kekeringan, bisa jadi sumber air," kata Branch Manager ACT Malang, Diki Taufik Sidik.
Salah satu wilayah langganan kekeringan yang sudah divisitasi adalah Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Tim ACT bahkan telah membuat portofolio dan estimasi biaya yang dibutuhkan. "Kami tawarkan untuk pembuatan sumur dangkal itu nominalnya Rp 50 juta. Ketika ada akad dari yang mewakafkan, kami implementasi sumur kepada masyarakat," ujarnya.
ACT menunjukkan kepedulian atas bencana kekeringan dengan mendistribusikan lima mobil tangki air bersih ke Desa Ringinsari, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Setiap mobil tangkir, menampung 5.000 liter air bersih. Pelepasan mobil tangki air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Malang, Sabtu (31/8/2019).
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, terjadi peningkatan wilayah terdampak kekeringan yakni 19 desa di sembilan Kecamatan. "Kalau 2018 itu sembilan desa di tujuh kecamatan," ucap Kepala BPBD Malang, Bambang Istiawan.
Untuk mengatasi bencana kekeringan itu, BPBD terus melakukan dropping air bersih. Beberapa kecamatan terdampak kekeringan adalah Sumbermanjing Wetan, Donmulyo dan Pagak dan Sumberpucung.
Daerah atau desa yang mengalami kekeringan di kabupaten Malang meningkat. Kondisi ini mendorong Organisasi nirlaba, ACT bertindak dengan mendistribusikan lima mobil tangki mengangkut air bersih ke Desa Ringinsari, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.  "Jadi ada dua desa yang kami tuju yakni Desa Ringinsari dan Sumbermanjing Wetan di Kabupaten Malang," kata Diki Taufik Sidik.
Ia menambahkan satu mobil tangki menampung 5.000 liter air bersih. Air bersih didapat dari sumber air Sumbertancak yang dikelola Perum Jasa Tirta. "Kami ambil air tersebut gratis dan mudah-mudahan dapat melepas dahaga kekeringan bagi masyarakat," katanya.
Menurut Diki, ACT menetapkan kekeringan sebagai bencana yang perlu mendapat pertolongan.
Sebabnya, masyarakat yang terdampak bencana itu sangat massif dan diperkirakan berlangsung cukup lama. (ira/udi)



Loading...