Program KIA Dispenduk Capil Diserbu Warga | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 17 Nov 2019, dibaca : 492 , udi, ira

MALANG – Upaya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten  Malang menyelesaikan administrasi kependudukan warga membuahkan hasil. Selain e-KTP, keberhasilan Dispenduk Capil terdapat pada penyelesaian Kartu Identitas Anak (KIA). Sampai dengan saat ini, warga yang sudah mengurus KIA lebih dari 6000.
”Targetnya 6000. Tapi sampai kemarin, jumlah warga yang mengurus KIA sudah lebih dari 6000 atau hampir 7000 untuk seluruh Kabupaten Malang,’’ kata Kepala Dispenduk Capil, Kabupaten Malang Dr Sri Meicharini.
Kepada Malang Post, Sri mengatakan KIA menjadi salah satu administrasi kependudukan yang banyak diburu warga, selain e-KTP. Antusias warga ini, seiring meningkatnya kesadaran warga terhadap administrasi kependudukan, tidak terkecuali terhadap anak-anak.
Dijelaskan Rini begitu Sri Meicharini akrab dipanggil, KIA mulai digagas tahun 2016 lalu. KIA merupakan identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil. Anak yang mendapatkan KIA ini mulai dari 0 tahun.
”Jadi saat anak sudah lahir, orang tuanya tidak hanya mengurus akta kelahiran, dan mengubah data pada kartu keluarga saja, tapi juga KIA,’’ kata wanita berjilbab ini.
Dia mengatakan, adanya KIA ini bertujuan meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik. KIA juga merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara Indonesia. “Banyak manfaat jika seorang memiliki KIA, di antaranya untuk memenuhi hak anak, untuk persyaratan mendaftar sekolah, untuk bukti diri anak sebagai data identitas ketika membuka tabungan atau menabung di bank, juga berlaku untuk proses mendaftar BPJS dan lainnya,’’ ucapnya.
Rini mengatakan, KIA ada dua jenis. Yaitu untuk usia anak 0 sampai 5 tahun dan KIA untuk kelompok usia 5-17 tahun. Fungsinya sama, hanya berbeda dari isinya. Beberapa informasi yang tertera di antaranya adalah nomor induk kependudukan, nama orang tua, alamat, dan foto.
Sementara di Kabupaten Malang sendiri KIA dapat diperoleh tidak hanya di Dispenduk Capil. Orang tua mengurus KIA melalui Program Jebol Anduk maupun Kegiatan Gema Desa. Syarat untuk mengusulkan KIA adalah orang tua menulis surat permohonan melalui formulir yang sudah disediakan, e-KTP orangtua dan akta kelahiran.
”Untuk program Jebol Anduk dan gema desa, jumlah pemohon KIA ini sangat banyak. Nomor dua dari permohonan e-KTP,’’ ungkap Rini.
Membludaknya permintaan warga ini, karena sebelumnya, pihak Dispenduk Capil gencar melakukan sosialisasi. ”Sebelum program dilaksanakan, kami lakukan sosialisasi dulu. Tujuannya agar saat program dilaksanakan, warga tidak bingung lagi menyiapkan persyaratan,’’ tandasnya. (ira/udi)



Loading...