Program GASS Bangun Sumur Injeksi di Semua Kelurahan | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Program GASS Bangun Sumur Injeksi di Semua Kelurahan

Rabu, 29 Jan 2020,

MALANG – Program Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dilanjutkan dengan gerakan pembuatan sumur injeksi diseluruh kelurahan Kota Malang. Harapannya, sumur injeksi dapat menjadi solusi banjir atau genangan yang banyak terjadi saat hujan tiba.
Selasa (28/1) , Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang mengedukasi semua lurah dan camat di Kota Malang dalam pembuatan sumur injeksi di halaman kantor DPUPRKP yang dihadiri Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan  Daerah Kota Malang Prof DR Ir M. Bisri, MS. Harapannya, di tahun 2021 di setiap kelurahan ada 15 sampai 20 sumur injeksi yang terbangun.
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, sumur injeksi merupakan program kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah banjir yang menimpa di beberapa daerah Kota Malang.
“Ini merupakan awal dari keseriusan kami dalam menangani masalah banjir, nantinya akan diawali dari yang terkecil di tingkat kelurahan kemudian bergerak ke tingkat kecamatan,” ujar Bung Edi, sapaan akrabnya kepada Malang Post.
Bung Edi menambahkan, penerapan sumur injeksi ini diyakini dapat mengurangi volume banjir. Masing-masing kelurahan diharapkan mulai membangun sumur injeksi, terutama pada titik yang selalu ada genangan saat hujan datang. "Kami sampaikan, agar setiap kelurahan memiliki minimal 10 hingga 15 sumur injeksi. Nanti dalam APBD 2021 agar di usulkan dalam pembangunan sumur injeksi tingkat kelurahan," terangnya.
Sumur Injeksi merupakan salah satu bagian dari program GASS yang dipelopori oleh seorang yang ahli dalam bidang teknik pembangunan yakni Prof. DR. Ir. Mohammad Bisri, MS yang merupakan dosen Teknik di Universitas Brawijaya (UB) serta menjadi Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah Kota Malang.
Menurutnya, Kota Malang saat ini mengalami perkembangan yang signifikan sebagai kota besar. Sehingga, masalah lingkungan menjadi tantangan terbesar yang selama ini menjadi perbincangan publik.
"Saat ini, di Kota Malang memang dalam perbincangan isu lingkungan seperti banjir dan genangan air yang melanda di berbagai daerah,” tambahnya.
selama ini Pemkot telah melakukan berbagai cara dalam menangani masalah lingkungan, seperti melalui Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS) hingga gerakan buang sampah pada tempatnya. Dengan adanya gerakan baru yaitu sumur injeksi, diharapkan masalah banjir dan genangan air tak lagi terjadi di Kota Malang. GASS terus dilakukan secara rutin bersama semua kelompok masyarakat. Harapannya, saluran air baik sungai, drainase di Kota Malang tidak ada yang buntu karena masalah sampah yang banyak dibuang ke kali atau drainase. Sebelumnya, Pemkot Malang tengah menyusun peta zona drainase dan sumur injeksi. Setiap kelurahan harus memilikinya untuk mengatasi banjir. Bahkan untuk mewujudkan program tersebut, Pemkot Malang membeberkan contoh peta zona drainase dalam kegiatan Pembebasan Peta Zonasi Drainaze dan Sumur Injeksi dalam Pelaksanaan Program Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) di Balai Kota Malang beberapa waktu lalu. (mp4/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Agiem

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...