Presiden China Kunjungi Pusat Penanggulangan Virus Corona

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Presiden China Kunjungi Pusat Penanggulangan Virus Corona

Selasa, 11 Feb 2020, Dibaca : 3339 Kali

BEIJING - Presiden China, Xi Jinping, menginspeksi upaya penanggulangan virus corona di ibu kota Beijing. Ini menjadi momen pertama kalinya Xi muncul di garis terdepan dalam perang melawan wabah virus corona yang telah merenggut lebih dari 900 nyawa secara global.

Seperti dilaporkan media nasional China, CCTV dan dilansir CNN, Senin (10/2/2020), Xi mendatangi sebuah pusat khusus penanggulangan virus corona di distrik Chaoyang, Beijing pada Senin (10/2) waktu setempat. Dia tampak memakai masker pelindung di wajahnya.

Laporan televisi nasional China Global Television Network (CGTN) menyebut Xi mengunjungi pusat penanggulangan itu untuk mengetahui soal upaya pencegahan dan pengendalian virus corona, serta menginspeksi pasokan kebutuhan sehari-hari bagi warga.

Diketahui bahwa warga Beijing mulai kembali bekerja pada Senin (10/2) waktu setempat, setelah liburan Tahun Baru Imlek diperpanjang akibat wabah virus corona yang memaksa jutaan warga mengkarantina diri di rumah masing-masing.

CNN menyebut bahwa sosok Xi secara aneh seperti menghilang dalam beberapa pekan terakhir saat virus corona mewabah. Dia tidak muncul di halaman depan surat kabar nasional atau dalam tayangan utama CCTV. Padahal biasanya, sebut CNN, Xi mendominasi pemberitaan media-media nasional China meskipun saat aktivitasnya tidak terlalu layak diberitakan.

Terpisah, Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah memastikan 78 WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di dalam kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang dalam kondisi sehat. Faizasyah menyatakan pihak KBRI Tokyo terus berkomunikasi dengan kru kapal dan otoritas Jepang untuk memantau kondisi para ABK. "Kami meyakini ke-78 WNI di kapal dalam kondisi sehat. Pendampingan dari KBRI juga terus dilakukan dengan komunikasi, dibuat semacam WA group sehingga kondisi mereka bisa terus kita pantau," ujar Faizasyah saat memberikan keterangan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (10/2).

Faizasyah mengatakan 78 WNI itu masih menjalani proses karantina selama 14 hari. Kondisi puluhan WNI itu akan terus dipantau usai proses karantina. Selain kapal pesiar Jepang, Faizasyah juga memastikan 209 ABK berstatus WNI di kapal pesiar Dream World Hong Kong dalam kondisi baik dan sehat. Komunikasi juga diklaim terus dijalin secara intensif dengan otoritas Hong Kong.

"Sama halnya ada kapal pesiar yang disebut Dream World di Hong Kong sudah ada kemajuan. Status kapal ada 209 WNI yang bertugas di kru kapal dari berbagai pangkat disebut baik dan sehat," katanya.

Total lebih dari 3.700 orang dengan 2.666 penumpang dan 1.045 awak kapal disebut masih berada di lepas pantai Jepang sejak Senin (3/2) lalu. Sekitar 428 diantaranya merupakan warga negara Amerika Serikat.

Penumpang pertama yang terinfeksi adalah seorang laki-laki berusia 80 tahun asal Hong Kong. Dia bersama dua anak perempuannya terbang ke Tokyo, Jepang pada 17 Januari. Dia naik kapal pesiar pada 20 Januari dari Yokohama. Pada 25 Januari dia turun di Hong Kong dan tidak naik kapal pesiar tersebut. Namun, pada 30 Januari, tim medis menemukan orang tersebut Virus Corona. Karantina tersebut diperkirakan akan berakhir 19 Februari. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net