Prabowo Sambangi Paloh, Sepakat Amandemen UUD - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 14 Okt 2019, dibaca : 255 , vandri, net

JAKARTA - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sedang rajin sambangi tokoh politik. Setelah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jumat (11/10) lalu,  tadi malam ia menemui  Ketum DPP Nasdem, Surya Paloh.
Usai pertemuan satu jam di kediaman Paloh, Jalan Permata Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dua tokoh politik itu menggelar jumpa pers. Mereka mengaku membahas politik kebangsaan dan berkomitmen menjaga keutuhan bangsa.
Setelah itu, awak media menyinggung tentang perasaan Paloh andai Prabowo bersama Gerindra masuk barisan partai pendukung pemerintah. Paloh mengaku tidak masalah jika Prabowo bersama Gerindra masuk koalisi pemerintahan. Pria asal Aceh itu siap menerima Gerindra di koalisi pemerintah dengan syarat memiliki semangat memajukan bangsa.
"Saya, mana ada masalah sama saya. Ketika semua itu di dalam satu semangat dan konsistensi pikiran mengedepankan kepentingan nasional, jalan," ucap Paloh.
Saat disinggung soal posisi terbaik Gerindra, apakah oposisi atau koalisi, Paloh tampak siap menjawab. Namun, sebelum jawaban keluar, Prabowo memotong. Eks Danjen Kopassus itu menyebut dirinya bersama Gerindra siap berada di koalisi pemerintah atau pun menjadi oposisi.
"Sebelum dijawab. Di dalam atau di luar, kami tetap menjaga keutuhan kepentingan bangsa dan negara," ucap Prabowo. Mendengar jawaban Prabowo, Paloh segera merespons. Dia mengatakan, menyerahkan sepenuhnya ke Gerindra untuk memilih oposisi atau koalisi bersama pemerintahan. "Sama saja dikatakan Mas Prabowo, itu yang terbaik. Enggak ada masalah," timpal Paloh.  
Soal hasil pertemuan, Sekjen Nasdem, Johnny G Plate yang menjelaskan kepada media. "Kedua pemimpin parpol sepakat bahwa amendemen UUD 1945 sebaiknya bersikap menyeluruh, yang menyangkut tata kelola negara, dan sehubungan tantangan kekinian dan masa depan kehidupan berbangsa yang baik," katanya.
Tak hanya itu, Johnny mengatakan kedua elite parpol itu turut bersepakat untuk saling memperbaiki citra partai politiknya masing-masing. Perbaikan citra itu, kata dia, dapat dilakukan dengan meletakkan kepentingan nasional di antara kepentingan pribadi dan lainnya. "Dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan," kata Johnny.
Terakhir, kata Johnny, Prabowo dan Paloh turut menyepakati untuk melawan berbagai paham radikalisme yang kini mulai marak terjadi di Indonesia. "Untuk melawan segala tindakan radikalisme atau paham apapun yang dapat merongrong pancasila dan konsensus dasar kebangsaan," kata dia.
Di tempat yang sama, Paloh lantas menjelaskan amendemen UUD 1945 secara menyeluruh itu tak hanya sebatas menghidupkan kembali pokok-pokok haluan negara seperti GBHN. Ia menyatakan evaluasi pemilihan umum secara serentak akan dimasukkan dalam rencana amendemen UUD 1945 tersebut.
"Ini kita pikirkan bersama, apakah kita lanjutkan lima tahun ke depan yang serempak tadi tadi atau terpisah, atau legislastif yang pertama, pilpresnya, banyak hal lain," kata dia

Pertemuan Lanjutan
Usai bertemu Surya Paloh, Prabowo berencana melakukan pertemuan kembali dengan sejumlah tokoh. Pihaknya bakal mengatur sejumlah jadwal pertemuan dengan para tokoh tersebut.
Lebih spesifik, Prabowo mengatakan akan bertemu dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimim Iskandar. Ia menyebut akan menemui semua perwakilan partai.
"Ya lagi diatur ketemu pak Airlangga Golkar, Cak Imin, semua partai saya akan (temui)," ujar Prabowo. (jpg/cni/dtc/van)



Kamis, 21 Nov 2019

Serba Mandiri

Loading...