MalangPost | Posko Sediakan Tempat Isolasi

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Posko Sediakan Tempat Isolasi

Rabu, 01 Apr 2020, Dibaca : 894 Kali

MALANG - Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan pihaknya bekerjasama dengan TNI serta Pemkab Malang telah menyiapkan posko terpadu bersama. Posko ini sudah ada dan mulai berfungsi Selasa (31/3) . Yakni di setiap pintu masuk Kabupaten Malang, seperti terminal bus, stasiun kereta api serta Bandara Abd Saleh.


Selain ada anggota Polri, juga ada personel TNI, Dishub, Disnaker dan petugas karantina yang berjaga. Disiapkan juga ruang isolasi.  “Petugas yang ada di posko akan melakukan screening terhadap pendatang. Selain dicek identitas, juga suhu badannya. Kalau suhu badannya di atas normal akan dibawa ke ruang isolasi. Selama di ruang isolasi masuk dalam ODP, maka akan dibawa ke ruang isolasi yang sudah disiapkan Pemkab Malang, seperti Stadion Kanjuruhan atau Rusunawa,” beber Hendri.
Polres Malang juga membuat kawasan physical distancing di masing-masing kecamatan. Kawasan tersebut benar-benar dibatasi. Pengawasannya pun ketat. “Tujuannya hanya satu, yakni mencegah masyarakat supaya tidak keluar rumah untuk kepentingan yang tidak penting,” tandasnya.


Pemkab Malang menyiapkan dua bangunan gedung untuk  tempat karantina warga. Yakni Stadion Kanjuruhan serta Rusunawa yang berada di lingkungan block office Kepanjen. Dua bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat karantina warga yang baru bepergian dari luar kota. Termasuk juga berlaku bagi pemudik yang datang di wilayah Kabupaten Malang.
Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, dua bangunan yang menjadi tempat karantina memiliki perbedaan. Stadion Kanjuruhan untuk karantina warga yang kondisinya sehat, sedangkan Rusunawa tempat karantina warga yang telah terlihat gejalanya.
“Rusunawa sebagai tempat karantina sangat nyaman dan aman. Selain dijaga 24 jam juga diawasi petugas medis. Ada 54 kamar, setiap kamar terdapat tiga tempat tidur sehingga bisa cukup untuk satu keluarga,” urai Sanusi.


Warga Kabupaten Malang juga  diminta k menyelamatkan desanya sendiri. Caranya membuat atau memasang portal dan melakukan pengawasan. Sehingga tidak terjadi pergeseran atau keluar masuk warga secara bebas.
“Pemasangan portal setiap desa dikomandani  Sekda Kabupaten Malang, untuk mengarahkan camat dan kades melakukan pengawasan. Ini bukan lockdown, tetapi isolasi desa supaya orang tidak bisa keluar masuk seenaknya,” ungkap Sanusi.

 

Kaji Bangun Shelter di Batu
Pemkot Batu siapkan shelter bagi mereka terdampak Covid-19. Rencana itu disampaikan Jubir Gugus Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu, M. Chori kepada wartawan  melalui teleconference Selasa (31/3) .
Sekarang sedang dikaji lokasi, sarana dan prasarana. Tujuannya warga  terdampak, khususnya bagi mereka yang berstatus ODR dan ODP agar benar-benar melakukan isolasi sesuai SOP pencegahan Covid-19.


Selain itu melakukan kebijakan perencanaan anggaran. Sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk realokasi anggaran dalam atasi Covid-19. Pengawasan warga yang masuk keluar wilayah dilakukan dengan cara membentuk Satgas Covid-19 di level pemerintah desa.  (tea/ica/agp/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi