MalangPost - Ponpes An Nur 1 Jadi Model Pesantren Tangguh

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Ponpes An Nur 1 Jadi Model Pesantren Tangguh

Rabu, 01 Jul 2020, Dibaca : 1230 Kali

MALANG - Pondok Pesantren (Ponpes)menjadi salah satu model pendidikan berbazis karakter. Bahkan pada pesantren modern memiliki kelebihan dalam penguasaan bahasa asing, baik itu Bahasa Arab maupun Bahasa Ingris.

Lebih dari itu, ponpes juga punya kelebihan dalam pertahanan melawan penyebaran Covid-19. Karena mampu menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal.

Dr Sri Untari Birowarno MAP, anggota Komisi E DPRD Jatim, saat berada di Ponpes An Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2020) mengatakan, Ponpes An Nur merupakan Model Pesantren Tangguh, dan patut menjadi contoh bagi ponpes lainnya.

"Saya melihat disini sangat bagus, dan patut menjadi contoh, bagi pesantren lain. Penerapan standar kesehatan ketat membuat orangtua merasa nyaman menitipkan putra dan putrinya untuk belajar di An Nur,"tutur Untari.

 

Tidak hanya itu, bahkan karantina mandiri sebenanrnya paling tepat ada di ponpes, senyampang masuknya dilalukan secara ketat dan dengan prosedur yang benar maka di pesantren akan lebih aman.Apalagi, santri di An Nur diberdayakan untuk membuat jamu probiotik bagi santri yang mengambil jurusan tata boga dan membuat masker untuk jurusan tata busana.

"Saya mendengar langsung pemaparan dari pengasuhnya, bahwa orangtua santri yang meminta agar anak-ananya kembali ke pondok, dan secara bertahap dengan disiplin tinggi, para santri dipersilakan kembali ke ponpes,"tutur Sri Untari.

 

Namun demikian pembelajaran disini baru diberlakukan untuk pelajaran agama dan pembelajaran kelompok. Sedangkan pendidikan formal masih belum dilakukan.

KH Fahrurozi, pengasuh An Nur 1, mengatakan bahwa di lembaganya ada sekolah mulaimadrasah ibtidaiyah (MI),madrasah tsanawiyah (MTs), madrasah aliyah (MA), sampai SMA dan SMK. Untuk santri Malang Raya sudah masuk mulai 15 Juni, sedang untuk luar Malang dan Jatim masuknya harus sehat dan sudah karantina dirumah 14 hari.Selain itu, santri juga rapid tes secara sampling untuk memastikan santri tetap dalam kondisi sehat.(ekn)

Editor : Redaksi
Penulis : Malang Post