Pondasi Turun, Truk Dilarang Melintas Jembatan Muharto | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 1083 , muhaimin, manda

BATASI: Kondisi jembatan Muharto yang turun pondasinya mulai dibatasi kendaraan yang melalui di atas jembatan. Batas kendaraan maksimal 3 ton, truk dilarang lewat jembatan.


MALANG - Kondisi Jembatan Muharto mengalami penurunan pondasi. Sehingga bahaya jika dilalui kendaraan bertonase berat. Untuk membatasi kendaraan yang melalui jembatan itu, Dinas Perhubungan melarang trus dan kendaraan berat melalui jembatan itu. Rekayasa lalu lintas juga dilakukan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah memasang road barrier (pembatas jalan) di bagian kanan dan kiri jembatan. Juga sudah memasang rambu lalu lintas bahwa truk dilarang melintas di Kawasan tersebut. Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat dan koordinasi dengan Forum Lalu Lintas (Lalin) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang dan akademisi, kawasan tersebut harus dilakukan rekayasa lalu lintas. Sebab, kondisi jembatan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilewati oleh kendaraan berat.
“Hasil uji forensik menyebutkan, bahwa kondisi jembatan terjadi penurunan. Sehingga, membahayakan bila dilalui kendaraan tonase berat. Sementara ini, kendaraan yang bisa melintas disana, maksimal 3 ton,” jelas Handi.
Lebih lanjut dia menguraikan, selama jembatan belum diperbaiki dengan dinas terkait. Dishub Kota Malang dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang Kota melakukan rekayasa lalu lintas dan memasang rambu khusus.
“Kami telah memasnag rambu truk dan bus dilarang melintas, rambu batas tonase dan pemasangan patok dan separator pembatas,” jelas dia.
Sedangkan untuk kendaraan berat, sementara truk yang dari arah Kedungkandang langsung berjalan lurus ke arah Jalan Ki Ageng Gribig dan Ranugrati. “Hal tersebut juga berlaku bagi truk yang melintas dari arah Jodipan juga. Untuk kendaraan roda empat dan roda dua masih boleh melintas, asal muatannya maksimal 3 ton,” urai dia.
Pada kesempatan tersebut, Handi juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan dan rambu-rambu yang berlaku. “Demi keselamatan bersama kami mengimbau pengendara yang melintas untuk lebih berhati-hati dan mentaati rambu yang dipasang,” tandas dia.(tea/aim)
 



Loading...