MalangPost | Polisi Segera Rekonstruksi Pembunuhan Istri

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Polisi Segera Rekonstruksi Pembunuhan Istri

Kamis, 09 Apr 2020, Dibaca : 1464 Kali

MALANG - Satreskrim Polres Malang akan merekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Agus Widodo alias Agus Bugo, 46, terhadap istrinya yakni Suliani. Reka adegan pembunuhan akan diadakan segera mungkin. Rencananya pada awal pekan depan ini.
"Seharusnya awal pekan kemarin, namun masih belum siap. Sehingga akan dilakukan minggu depan," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.


Rekonstruksi pembunuhan tersebut sedianya akan dilakukan di lokasi penemuan mayat korban. Yakni di area perkebunan tebu Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. Polisi akan membawa serta tersangka untuk memperagakan adegan pembunuhan.
Reka adegan ini, untuk mencocokkan keterangan tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dengan fakta kejadian. Sekaligus menggali adanya fakta baru dalam peristiwa tersebut. Termasuk mencari bukti tambahan di lokasi kejadian.


Hasil dari rekonstruksi tersebut, nantinya untuk melengkapi berkas perkara tersangka. Selanjutnya setelah lengkap, berkas dan tersangkanya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen.
Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Marghas, yang menyidik kasus pembunuhan juga menyatakan akan segera merekonstruksi kasusnya. "Kalau tidak hari Senin ya hari Selasa akan direkonstruksi," tuturnya.


Sekadar diketahui, Ibu dua anak warga Dusun Krajan, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit menjadi korban pembunuhan. Jenazah Suliani, 40, ditemukan di bawah pohon pisang di area perkebunan tebu Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Dampit, Jumat (3/4). Jaraknya sekitar 4 kilometer dari rumahnya.


Namun selang tidak butuh lama bagi polisi untuk mengungkap pelakunya. Setelah melakukan olah TKP, polisi berhasil menangkapnya. Pelakunya ternyata suami korban sendiri, yakni Agus Widodo alias Agus Bugo.
Dalam pemeriksaan, Agus mengatakan kemarahannya memuncak akibat pelecehan dan cemooh Suliani, yang mengatakan kalau ibu tersangka adalah lonte. Sehingga bapak dua anak itu gelap mata dan nekat menghabisi nyawa istrinya, yang kemudian jazadnya dibuang di kebun tebu di Desa Jambangan, Dampit.


Kata-kata kotor istrinya tersebut, sudah sering muncul sebelum peristiwa pembunuhan ini terjadi. Saat bertengkar, Agus sering menerima umpatan dan kata kotor dari istrinya. Seluruh umpatan tersebut menumpuk, hingga akhirnya berujung pada aksi pembunuhan.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi