MalangPost | Polisi Larang Pengendara Motor Berboncengan

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Polisi Larang Pengendara Motor Berboncengan

Rabu, 08 Apr 2020, Dibaca : 3054 Kali

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana menyatakan masyarakat umum yang mengendarai sepeda motor tak boleh berboncengan saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Nana mengatakan, masyarakat yang berboncengan dengan kendaran roda dua termasuk melanggar aturan physical distancing di tengah penyebaran virus corona (Covid-19). "Untuk roda dua tidak boleh ada berboncengan. Ini jelas melanggar physical distancing ini, (roda dua) boleh satu orang saja," kata Nana dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (8/4).

Jenderal polisi bintang dua itu menegaskan, kendaraan roda dua tak boleh digunakan untuk berboncengan juga berlaku untuk ojek online. Nana mengaku masih menunggu peraturan gubernur DKI. "Ini juga berlaku untuk ojek online. Kita masih menunggu pergub," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kebijakan PSBB di Ibu Kota mulai berlaku pada Jumat 10 April. Anies meminta warga Jakarta untuk mematuhi penerapan PSBB dalam menanggulangi penyebaran virus corona. Dalam kebijakan PSBB ini, Anies melaran ojek online untuk membawa penumpang. Ia meminta ojek online hanya membawa barang. Sementara kendaraan roda empat masih diperbolehkan tapi penumpang dibatasi.

Anies juga membatasi operasional dan penumpang transportasi umum. Jam operasional transportasi masal, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Kemudian jumlah penumpang dibatasi 50 persen dari kapasitas muatan. Kebijakan PSBB tersebut berlaku selama masa inkubasi terpanjang, yakni 14 hari. Kebijakan tersebut bisa diperpanjang kembali jika masih ditemukan penyebaran virus corona.

Terpisah, Polda Metro Jaya menyatakan bakal melakukan patroli secara masif selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku di DKI Jakarta. Patroli akan dilakukan hingga lingkup kelurahan dan RT/RW sekaligus menyampaikan sosialisasi bahaya virus corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (8/4). "(Patroli) sampai ke tingkat bawah, kalau di polisi sampai Babinkamtibmas, TNI (dari) Kodam sampai Babinsa, Pemprov sampai dengan RT/RW, ini dilajukan secara masif dalam bentuk imbauan, terkait masalah pencegahan covid-19," tutur Nana.

Babinkamtibmas atau Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat adalah petugas polisi yang bekerja di level kelurahan atau desa. Nana menyebut patroli dialogis itu akan fokus untuk mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun atau berkumpul. Selain itu, kepolisian juga akan memasang spanduk berisi imbauan tentang cara pencegahan penyebaran virus corona di sejumlah titik. "Polda Metro Jaya menjamin keamanan di wilayah Polda Metro Jaya. Kita berharap kepada masyarakat terkait kesadaran dan disiplin masyarakat," ucap Nana. (cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net