Polisi Bongkar Penipuan Investasi Perumahan

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Polisi Bongkar Penipuan Investasi Perumahan

Senin, 02 Mar 2020, Dibaca : 2007 Kali

MALANG – Polresta Makota mengungkap jaringan penipuan berkedok investasi perumahan. Satu tersangka atas nama Linda Yunus, 46, warga Bogor yang tinggal di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, berhasil diamankan. Dari aksinya pelaku meraup keuntungan ratusan juta.


Wakapolresta Makota, AKBP Setyo Koes Heriyanto menyebut bahwa modus tersangka, dengan cara memberi iming-iming korban diskon serta gratis biaya AJB dan dokumen lainnya. “Modusnya membuat perusahaan beralamat palsu, dengan memakai alamat rumah temannya sebagai PT. Lalu memakai uang Rp 100 juta untuk DP (uang muka, red) tanah. Belum dibeli, tetapi di atas tanah itu dikatakan akan dipakai perumahan,” ungkap Setyo kepada wartawan dalam rilis, Senin (2/3).

   Baca Juga : Modus Beri Diskon, Penipu Ngaku Tertipu


Perumahan yang diakui menjadi bisnis tersangka ini, diberi nama The Valley Residence. Terletak di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, dengan nama PT Dua Permata Kembar. Tanah yang di-DP  tersebut, dibagi menjadi beberapa kavling lalu difoto dan dimasukkan dalam brosur. Tawarannya, ada diskon Rp 40 juta bila membeli rumah secara tunai.
Menurut Setyo, ada dua orang yang melapor setelah terkena rayuan pelaku karena iming-iming diskon tersebut. Yakni, HDS dan MSA, keduanya warga Surabaya. Kerugian yang dilaporkan dan dialami oleh korban mencapai Rp 570 juta. Dua orang korban HDS dan MSA membeli rumah secara tunai sekitar April 2017.


Tetapi para korban tak kunjung mendapatkan kabar tentang kejelasan dari perumahan tersebut. Satu bulan setelah membayar, mereka akhirnya mendatangi pihak perumahan. Ternyata tanah yang diklaim akan dibangun perumahan masih dalam sengketa. Sehingga pelaku menawarkan kavling tanah di tempat lain.


Namun karena ruwet, korban meminta uang kembali kepada tersangka. Akhirnya, para korban menerima cek senilai uang yang sudah disetorkan. Contohnya HDS menerima cek Rp 310 juta, harga rumah sekaligus uang panjar. Sementara MSA menerima cek senilai kurang lebih Rp 260 juta. Namun ketika dicairkan ternyata dana dalam rekening cek tidak cukup.
Akhirnya para korban yang tidak terima kembali melabrak pelaku. Tapi tersangka malah melarikan diri ke Bogor. Sehingga korban melaporkannya ke Polresta Makota.


Tiga tahun Polresta Makota menyelidiki kasusnya setelah setelah ada laporan. Polisi sempat mencari tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Hingga akhirnya didapat informasi bahwa tersangka tinggal di kawasan Jalan Danau Tempe, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.


Empat petugas memburu tersangka dan menangkapnya 25 Februari 2020, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ini, tersangka harus mendekam di jeruji tahanan Polresta Makota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Tersangka diancam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP, ancaman maksimal hukuman 4 tahun,” tutupnya.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira