Polemik Exit Tol Madyopuro, Pilihannya Tinggal Santunan Atau Eksekusi | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Polemik Exit Tol Madyopuro, Pilihannya Tinggal Santunan Atau Eksekusi

Sabtu, 15 Feb 2020,

MALANG - Bulan ini jadi bulan terakhir bagi pemilik bangunan cucian mobil Jl Ki Ageng Gribig No 5 yang berdiri di atas exit tol Malang-Pandaan. Menurut Sekda Kota Malang Drs. Wasto kepada Malang Post Jumat (14/2) , asetnya segera dieksekusi. Sebab belum ada kata sepakat dari Pemda dan pemilik bangunan cucian mobil selama mediasi dilakukan sejak 2014 silam.
Bulan ini seharusnya pengerjaan tol Pandaan-Malang Seksi V (Exit Tol) di Madyopuro selesai dan bisa dioperasikan.  Karena tenggat waktu inilah Pemda memilih jalan terakhir yakni pemberitahuan eksekusi. Meski begitu surat peringatan eksekusi ini belum dilayangkan. Pasalnya terdapat cara lebih diplomatis yang akan dilakukan.
“Setelah beberapa hari kami mengundang pihak kepolisian, kejaksaan dan pengelola jalan tol diketahui bahwa pemda boleh melakukan diskresi untuk menyukseskan proyek strategis nasional ini. Maka terhadap orang yang menguasai secara fisik bangunan di sana boleh diberi santunan,” tegas Wasto.
Dijelaskannya mekanisme santunan ini dikatakannya Wasto berdasarkan diskresi yang dapat dilakukan Pemkot Malang. Ini mengacu pada sebuah peraturan presiden (Perpres) tentang proyek strategis nasional. Tol Pandaan-Malang termasuk salah satu program strategis nasional. Di dalamnya dijelaskan tidak boleh ada hambatan dalam pelaksanaan programnnya.
Maka, Wasto menerangkan lebih jauh dalam beberapa hari ini, ia menginstruksikan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang untuk mengundang jasa penilai.
“Jasa penilai ini akan menentukan nilai santunan pada pemilik bangunan pada lahan belum terbebas itu. Berapa nilai dari objek yang dikuasai, jasa penilai lah yang akan menentukan secara independen,” papar Wasto.
Ia meneruskan, hasil apapun dari jasa penilai tadi, akan jadi acuan berapa nilai santunan yang akan diberikan pada pemilik bangunan cucian mobil. Alias jadi dasar mutlak untuk pemberian santunan. Wasto menegaskan tidak ada unsur lain yang mempengaruhi nilai santunan yang akan diberikan selain hasil dari jasa penilai. Maka dari itu jasa penilai ini akan dipilih secara independen.
“Saya pastikan berapapun nilai nominal santuan dari jasa penilai itulah yang akan kita berikan. Tidak dikurangi atau ditambahi. Itu sudah,” tandas pria yang gemar berolahraga jogging ini.
Lantas apa yang menjadi landasan hukum pemberian santunan ini? Wasto menjelaskan dalam waktu dekat ini pula akan dibuat Peraturan Walikota (Perwal) yang dapat melegitimasi pelaksanaan pemberian santunan sesuai aturan.
Yakni Perwal tentang Penjabaran APBD mendahului APBD-P. Hal ini diperlukan dan harus dibuat mengindari adanya masalah hukum akibat keputusan diskresi tersebut.
“Namanya juga menggunakan anggaran maka harus ada aturan. Maka akan disikapi dalam bentuk Perwal itu,” jelas mantan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang ini saat ditemui di Balai Kota Malang.
Sementara itu adakah tenggat deadline seluruh proses ini dapat terealisasi? Wasto menegaskan dalam kurun waktu satu bulan ini proses tersebut sudah harus dilaksanakan. Saat ditanya mengenai akan adanya kemungkinan penolakan kembali dari pemilik cucian mobil, Wasto menegaskan eksekusi tetap menjadi pilihan terakhir.
Artinya mau tidak mau, atau diterima atau tidaknya nilai santunan yang nanti akan diberikan pada pemilik usaha cucian mobil ini, Pemkot Malang tetap akan melakukan eksekusi.
“Karena sudah diketahui lahan itu adalah asset negara. Maka jikapun nilai santunan tidak terima tetap akan dieksekusi,” pungkas Wasto.
Ia menambahkan dalam beberapa waktu kedepan ini surat pemberian santunan berserta nilainya akan dilayangkan. Segera setelah tim penilai mendapatkan hasil dari nilai santunan yang akan diberikan.
Sementara itu , Jumat (14/2) sore, Malang Post sempat mencari kembali pemilik lahan usaha cucian mobil yang bersengketa tersebut untuk meminta tanggapan. Hanya saja tidak ada satupun pihak pemilik yang dapat dimintai keterangan.
“Orangnya lagi ndak ada,” tandas salah satu pegawai.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...