MalangPost - Pohon Penyangga Sumber Mata Air Ditebang, Warga Lapor Polisi

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

Pohon Penyangga Sumber Mata Air Ditebang, Warga Lapor Polisi

Kamis, 05 Des 2019, Dibaca : 1662 Kali

MALANG - Belasan warga Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang mendatangi Polres Malang, Rabu (4/12) siang. Kedatangan mereka untuk mengadukan aksi penebangan pohon jenis Kemiri. Warga membuat pengaduan, karena kecewa dengan aksi pemotongan pohon tersebut. Pasalnya tiga pohon Kemiri yang ditebang, adalah penyangga sumber mata air yang ada di desa.
"Alasan penebangannya karena pohon sudah mati. Padahal pohon masih hidup dan berdiri kokoh. Pohon tersebut selain penghijauan, juga penyangga sumber mata air," ungkap Niti Ahmad, tokoh masyarakat sekaligus koordinator warga.
Dijelaskan, tiga pohon yang ditebang tanpa ada musyawarah dengan warga tersebut, tumbuh di atas tanah milik desa. Pohon untuk pelindung sumber mata air itu, ditebang oleh Ngateman. Pemotongan karena atas perintah Mulyono (Kamituwo, red) dan Suwardi (Kepala Desa Ngenep, red). "Kalau sesuai aturan desa, seharusnya pohon di sekitar sumber mata air tidak boleh ditebang. Tetapi ini tanpa ada musyawarah malah langsung ditebang," sesal warga.
Lebih lanjut, dikatakan Niti Ahmad, pemotongan pohon dilakukan pada 3 Oktober 2019 lalu. Beberapa hari pasca penebangan pohon, tiba-tiba ada penyerahan uang Rp 2 juta kepada karang taruna dan bendahara desa. "Namun uang tersebut sama sekali tidak diterima. Karena sebelumnya pemotongan kayu tanpa ada musyawarah. Apalagi pohon yang ditebang adalah pelindung sumber mata air yang selama puluhan tahun dirawat oleh warga," paparnya.
Tidak hanya itu, perwakilan warga juga berniat melaporkan beberapa kasus yang diduga dilakukan oleh Kades Ngenep. Salah satunya adalah dugaan pemalsuan data dan tanda tangan. Tanah milik warga yang dijadikan tempat penampungan sampah, diklaim Kades Ngenep dengan diatasnamakan istrinya. Kemudian tanah dijual dengan sistem kavling.
"Kalau masalah permasalahan pemalsuan data dan penyerobotan lahan, korbannya tidak hanya satu orang. Ada beberapa orang yang menjadi korban. Nantinya laporan akan kami buat menyusul," jelasnya.
Sementara itu, dalam pengaduannya ke Polres Malang, oleh penyidik Satreskrim diminta untuk melengkapi berkas data dan bukti peta tanah krawangan desa. Karena lokasi pohon yang ditebang masuk tanah milik desa. "Intinya pengaduan kami sudah diterima, namun diminta untuk melengkapi datanya," katanya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, mengatakan pengaduan warga sudah diterima. "Selanjutnya kami akan mempelajari terlebih dahulu kasusnya. Setelah itu baru nanti akan segera kami tindaklanjuti," tegas Tiksnarto. (agp/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Agung