Plengsengan Longsor, Wisata Bedengan Tutup | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Plengsengan Longsor, Wisata Bedengan Tutup

Minggu, 26 Jan 2020,

MALANG - Banjir bandang yang menerjang Dusun Bulurejo, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Jumat (24/1) sore tak hanya menyeret enam motor. Tiga lokasi plengsengan juga ambrol akibat tergerus banjir. Sedangkan lokasi Wisata Bedengan sementara ditutup dua hari hingga Minggu (26/1) .
“Semuanya ada di dekat dam. Satu di Desa Selorejo, dua lainnya di Desa Petungsewu,’’ jelas Camat Dau, Eko Margianto. Salah satu plengsengan yang rusak terletak di dam Dusun  Bulurejo, Petungsewu.
“Kami sudah laporkan tadi pagi. Tim dari Dinas PU SDA sudah melakukan assessment,” jelas Eko. Mantan Camat Singosari ini mengaku baru mengetahui kerusakan pada beberapa titik plengsengan, Sabtu (25/1).   
“Jumat (24/1) kami masih fokus membersihkan lumpur, dan material kayu akibat banjir bandang. Baru pagi tadi , kami mendapati ada kerusakan pada plengsengan. Tapi sudah kami laporkan, ya semoga cepat dibenahi,’’ ungkapnya.
Selain itu, lumpur juga masuk ke area kebun jeruk milik warga. Kendati demikian, kejadian tersebut tidak membuat tanaman jeruk rusak. “Memang ada yang tanamannya miring akibat terkena material kayu. Tapi tidak sampai roboh, jadi tidak masalah,’’ tambah Eko.
Mantan Camat Tajinan ini mengatakan belum menghitung jumlah kerugian akibat banjir. Namun menurut Eko, semua dampak terkait banjir bandang sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Malang dan Dinas PU SDA.
Sementara itu, hingga pukul 16.00 WIB sore, pembersihan di kawasan terdampak banjir masih berlangsung. “Jumat malam, kami melakukan pembersihan sampai pukul 23.00 WIB membersihkan material kayu yang berserakan di jalan. Ukuran kayunya beragam, ada yang berupa ranting kecil, ada juga batang besar dengan diameter 80 centimeter,’’ katanya.
Dua alat berat pun dikerahkan. Satu milik Dinas PU SDA dan satunya  dari warga.
Sementara saat kerja bakti juga melibatkan berbagai pihak. Yakni Kecamatan Dau, perangkat Desa Petungsewu, anggota TNI, Polri, anggota BPBD Malang Raya, anggota PMI Malang Raya serta relawan.
Eko menjelaskan, material berupa kayu dikumpulkan di lapangan, dan rencananya akan diserahkan ke desa. Sedangkan untuk Kali Loh, ditambahkan Eko masih dilakukan normalisasi. Sedimen yang tinggi dikeruk, agar aliran air di sungai itu kembali normal.
Sementara itu, kondisi pipa HIPAM yang selama ini digunakan untuk mengalirkan air ke rumah warga aman. “Sudah dicek kondisi, Alhamdulillah aman,’’ tambahnya.
Sedanngkan Wisata Bedengan, yang ada di Desa Selorejo, Dau ditutup selama dua hari. Yaitu Sabtu dan Minggu. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika ada banjir susulan. “Kami sudah meminta kepada pengelola, dan mereka setuju. Jadi Sabtu dan Minggu ini ditutup, wisatawan bisa berwisata di Bedengan, minggu depan.(ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...