Pipa PDAM Bocor, 26 Ribu Rumah Kekurangan Air | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 10 Okt 2019, dibaca : 858 , aim, amanda

MALANG – Kebocoran pipa PDAM Kota Malang terjadi pada pipa dinas 500 mm di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Akibatnya, sekitar 26 ribu sambungan rumah (SR) kesulitan mendapatkan air bersih sejak Selasa (8/10) lalu, hingga kemarin. PDAM pun harus memberikan pelayanan air bersih melalui mobil tanki ke beberapa wilayah.
Beberapa kawasan yang terdampak akibat kebocoran pipa itu antara lain, kawasan Jalan KH Malik, Malik Dalam, Mayjen Sungkono, Kyai Parseh, Bumiayu, Arjowinangun, Sawojajar, Perumahan Bulan Terang Utama (BTU), Perumahan Hreen Living, Segaran, Muharto, Lowokdoro, Perumahan City Side, Gadang, Kebon Agung, Perum Puncak Buring Indah, Tlogowaru, kawasan Sawojajr dan lainnya. Akibatnya, ada beberapa titik yang terdampak, mulai debit air kecil hingga mati total tanpa air yang mengalir.
Salah satu warga Sawojajar, Wiwiek Suprihadi mengungkapkan, sejak dua hari terakhir, debit air di rumahnya cenderung mengecil. Namun, hanya terjadi di jam-jam tertentu saja. “Kalau malam, nyala airnya sangat kecil. Namun, ketika pagi hari malah mati,” terang dia.
Hal tersebut tentunya menghambat aktifitas, mulai dari mencuci baju, mencuci piring dan lainnya. Sehingga, ia membutuhkan waktu ekstra untuk menimbun air ketika malam hari. “Setelah isya, airnya mengalir. Walau kecil, saya berusaha mengumpulkan ember dan bak agar air tetap terisi. Agar anak-anak sekolah tidak kesulitan jika mau mandi,” jelas dia.
Hal senada diungkapkan oleh Witri Wulandari, warga Perumahan BTU. Selama dua hari belakangan, ia merasa terganggu lantaran air di rumahnya mati. Sebab, untuk melakukan kegiatan sehari-hari, ia harus mengambil air di jaraknya yang lumayan jauh dari rumahnya.
“Selain beli galon, saya juga minta ke tetangga yang meggunakan pompa. Jadi, harus ngangsu dan bolak-balik untuk mengumpulkan air,” keluh dia.
Jika air di perumahannya mati, ia dan para tetangga langsung menghubungi kontak PDAM yang menyediakan tangki air. Namun, hal tersebut tidak dilakukannya. Sebab, harus menunggu antrean sesuai dengan SMS yang dikirim. “Kalau dulu, kami minta tangki air langsung datang. Mungkin karena banyak daerah yang terdampak, jadi harus menunggu antrean, sesuai dengan urutan SMS yang masuk,” ungkapnya.
Humas PDAM Kota Malang Agustyah Isnaini menjelaskan, kebocoran pipa di Pulungdowo sudah terdeteksi pada 6 Oktober lalu. Pada 7 Oktober dilakukan perbaikan dengan mematikan saluran air. Sekitar jam 10.31 WIB perbaikan selesai dilakukan dan langsung normalisasi. Hanya saja tandon sempat drop di Buring bawah. Sore harinya, TCC PDAM mendeteksi ada kebocoran lagi di lokasi yang sama. Dengan mengerahkan alat berat, perbaikan dilakukan hingga dini hari. Karena tekanan air besar, clamp pipa yang telah diperbaiki merembes. 8 Oktober pagi dilakukan perbaikan kembali. Sekitar jam  06.12 WIB sudah dilakukan normalisasi aliran.
“Perbaikan sudah selesai dilakukan. Saat ini masih terus dilakukan normalisasi aliran. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah terdampak, kami juga mengirim air melalui mobil tangki,” terangnya.
Direktur PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas menegaskan, pascapecahnya pipa induk hingga proses penyambungan dengan pengelasan hingga tersambung, maka proses normalisasi aliran memang tidak bisa langsung mengalir ke seluruh sambungan rumah. Karena butuh pengisian tandon dulu yang sebelumnya kosong lalu mengalir ke rumah-rumah berdasarkan posisi terendah di kawasan daerah terdampak.
”Secara perlahan ke rumah yang posisinya di dataran tinggi sesuai gravitasi. Beberapa kawasan sudah mulai mengalir, seperti di kawasan Sawojajar, Gadang dan beberapa wilayah lainnya, termasuk di perumahan BTU,” tambahnya.(tea/aim)



Loading...