MalangPost - Pindahkan Ibu Kota, Jokowi Kulo Nuwun ke Tokoh Adat Kaltim

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Pindahkan Ibu Kota, Jokowi Kulo Nuwun ke Tokoh Adat Kaltim

Selasa, 17 Des 2019, Dibaca : 636 Kali

BALIKPAPAN -  Presiden Joko Widodo meminta izin sekaligus berkomunikasi dengan para tokoh daerah dan adat Kalimantan Timur terkait rencana pemindahan ibu kota negara di provinsi tersebut. Rencananya, ibu kota baru akan dibangun mulai akhir 2020 mendatang.
"Saya mengucapkan kulo nuwun kepada tokoh-tokoh dan masyarakat Kalimantan Timur, serta umumnya di seluruh Kalimantan untuk membangun ibu kota," ujar Jokowi membuka dialog dengan para tokoh, Selasa (17/12).
Komunikasi tersebut diadakan di sebuah rumah makan bernama De Bandar Resto yang terletak di pesisir selatan Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam pertemuan itu, para tokoh daerah dan tokoh adat dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Sementara Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. "Saya menyampaikan rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara ke daerah yang mengambil sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara. Dengan restu para tokoh setempat, insya Allah, pembangunan ibu kota baru akan berjalan lancar sesuai rencana," katanya.
Sebelumnya, kepala negara mengatakan ibu kota negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara akan dibangun dengan prinsip-prinsip yang mampu menciptakan transformasi ekonomi, produktivitas, kreativitas, dan pengembangan industri. Untuk itu, sambungnya, pembangunan akan dilakukan secara matang.
Supaya matang, Jokowi bilang pemerintah akan menentukan mana klaster pemerintah, pendidikan, kesehatan, riset, hingga riset dan inovasi. Pasalnya, mantan gubernur DKI Jakarta itu ingin agar ibu kota negara turut menjadi pusat lembaga pendidikan tinggi kelas dunia yang bisa menciptakan sumber daya manusia bertalenta. "Sudah saatnya talenta-talenta Indonesia, talenta-talenta global berkolaborasi mengembangkan smart energy, smart health, smart food production yang menciptakan lapangan kerja baru bagi anak-anak muda kita," ujarnya.
Di sisi lain, orang nomor satu di Indonesia itu tak ingin bila ibu kota negara nanti memiliki stigma yang sama dengan ibu kota baru di beberapa negara yang pernah melakukan pemindahan, yaitu menjadi kota yang sepi dan mahal. "Kita harus belajar dari pengalaman beberapa negara yang pindah ibu kotanya, tapi ibu kotanya menjadi kota yang mahal. Ini jangan kemudian sepi, ini juga jangan. Kemudian yang menghuni hanya pegawai pemerintah plus diplomat, juga tidak," tuturnya.
Sementara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan wilayah ibu kota negara yang baru akan menjadi provinsi tersendiri. "Disepakati bentuk pemerintahan adalah provinsi (sendiri)," kata Suharso.
Suharso menjelaskan luas wilayah yang disiapkan mencapai 256 ribu hektare (ha) Sementara luas wilayah ibu kota sebesar 56 ribu ha. Di dalamnya akan dibangun kawasan pusat pemerintahan seluas 5.600 ha.
Kendati begitu, kawasan pusat pemerintah berada di luar provinsi ibu kota baru dan akan dipimpin oleh manajer perkotaan yang dipilih langsung oleh presiden ataupun gubernur. Namun, ia belum bisa bicara banyak mengenai proses pemilihan manajer perkotaan tersebut. (cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Cnn