Pindah Posisi, Dulu Diawasi Kini Mengawasi

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Rabu, 28 Agu 2019, dibaca : 437 , Bagus, Sisca

Mantan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang, H Rahman Nurmala  dan mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, H Imron kini berpindah posisi. Dari eksekutif menjadi legislatif.
 

ANGGOTA DPRD Kota Malang Periode 2019- 2024 juga dihiasi berbagai latar belakang pendidikan dan kompetensi. Karena itulah para wakil rakyat kota pendidikan ini memiliki banyak cara pandang soal prioritas kerja.
====  

Hal itu terungkap dalam diskusi Malang Post Jumat (23/8) lalu. Diskusi  bertema ’Prioritas Kerja DPRD Kota Malang 2019 – 2024’ ini dipimpin Pemred Malang Post, Dewi Yuhana. Partai politik mengutus anggota dewannya masing-masing dalam diskusi tersebut.
Salah satunya H Rahman Nurmala dari Partai Golkar. Birokrat senior pensiunan Pemkot Malang itu mengerti apa saja yang harus dilakukan. Itu karena sebelum purnabakti di Pemkot Malang, ia menjabat Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil.
“Saya kurang lebih 35 tahun berada di pemerintahan. Dulu saya ngancani dewan sekarang saya yang duduk jadi dewan. Di dewan tentu pengawasanlah yang penting,” papar Nurmala.
Ia menjelaskan, pedoman kerja pemerintah daerah sudah tertuang dalam rancangan pembangunan sampai rencana kerja. Hal inilah yang akan dijadikan pedoman kerja dewan. Maka ia berpandangan, anggota dewan dapat bekerja berdasarkan hal tersebut. Selain itu bagaimana dewan saat ini memaksimalkan fungsinya. Salah satunya mengefisiensikan anggaran dewan sendiri.
Menurut Nurmala, fungsi dewan yang sudah diatur tupoksinya itulah yang perlu dijalani dengan baik. Sambil melakukan penataan lebih baik. Ia menyebut, rencana kerja (renja) dewan juga perlu ditelisik lebih jauh lagi. Tujuannya untuk mengetahui apakah perlu diperbaiki atau dibenahi dan ditata dengan lebih baik lagi.
Pandangan lain datang dari Partai Demokrat, yakni H Imron. Mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang ini menitikberatkan agar amanah yang diberikan dijalankan sesuai kaidah.
“Kita diciptakan Allah SWT untuk saling membantu satu sama lain, kemudian rakyat memilih kita dan ini menjadi amanah. Banyak pejabat yang dikasi amanah tapi kemudian dia tidak baik. Saya ingin ajak teman-teman dewan untuk terus jaga amanah,” tegas Imron.
Anggota DPRD Kota Malang dari dapil Kedunkandang ini tidaklah muluk-muluk dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif. Meskipun anggota dewan memiliki kewajiban mengawasi seluruh kerja eksekutif,  tetapi tak boleh lupa untuk mengevaluasi diri sendiri.
“Kita manusia, bukan malaikat yang selalu benar. Kita juga bisa salah. Maka dari itu saling mengingatkan dan juga harus jaga sinergi. Semoga apa yang direncanakan bisa terealisasi dengan baik,  kedepan pasti akan banyak tantangan,” kata dia.
Sementara itu sebagai anggota DPRD Kota Malang dengan latar belakang ilmu pendidikan, anggota dewan dari Partai Nasdem Suyadi pun memiliki pandangan berbeda.  “Basic saya memang di dunia pendidikan. Saya perlu sekali mengawal pendidikan. Apalagi kemarin sistem zonasi menimbulkan banyak keluhan dan protes dari banyak wali murid,” paparnya.
Bidang pendidikan yang akan dibawanya dan dikawal isunya hingga tertata lebih baik lagi. Utamanya kedepan sistem zonasi akan diatur dan dikaji.  
Meskipun Nasdem menjadi salah satu partai minoritas di gedung dewan, ia berusaha dapat membawa suara warga Kota Malang dengan maksimal.
Sementara lebih tegas disampaikan anggota DPRD Kota Malang dari PAN, Lookh Makhfudz. Lookh menjelaskan pengalamannya dua kali menjabat sebagai anggota dewan di dua periode yang berbeda. Ia mendapat banyak pelajaran.
“Salah satunya adalah bagaimana dewan harus diikutkan lebih dalam pembahasan serta penyusunan rencana-rencana pembangunan bersama esekutif,” tegas Lookh.
Ia memberikan contoh, penyusunan Rencana Kerja Pembagunan Daerah (RKPD). Anggota DPRD Kota Malang menurutnya tidak pernah dilibatkan. Padahal sinergi seharusnya dibangun sudah sejak saat menyusun rancangan-rancangan pembagunan.
Wakil rakyat dari dapil Kedungkandang ini menyebut tugas pengawasan seperti inilah yang menjadi hal utama bagi dewan. Ia optimis anggota dewan baru tidak akan memakan waktu lama untuk paham tugas sesuai mekanisme. (ica/van)



Selasa, 22 Okt 2019

Tidak Welcome

Loading...