MalangPost - Pilah Sampah Jadi Tambahan Penghasilan Keluarga

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

Pilah Sampah Jadi Tambahan Penghasilan Keluarga

Minggu, 15 Des 2019, Dibaca : 993 Kali

MALANG - Ibu rumah tangga tidak hanya mengurusi rumah tangga. Mereka juga bisa menghasilkan pendapatan bagi keluarganya. TP PKK Kota Malang menyebut dengan memanfaatkan Bank Sampah bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga.
Ibu rumah tangga diharapkan dapat memanfaatkan sampah atau limbah rumah tangga yang masih bisa diaur ulang untuk menjadi barang dengan nilai ekonomis. Hal ini dijelaskan Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji beberapa waktu lalu. TP PKK Kota Malang tengah menggalakan gerakan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK ditingkat rumah tangga. Yang dikonsenkan pada pemanfaatan limbah rumah tangga, seperti plastik untuk disetorkan ke bank sampah atau dikreasikan ulang.
“Kita beri sosialisasi soal bagaimana sampah itu bisa menghasilkan pendapatan rumah tangga. Melalui pelatihan pada kader-kader PKK diarahkan terus pada pengelolaan sampah,” jelas Widayati.
Program ini pada intinya juga mengajak seluruh pengurus juga kader PKK untuk menjadi agen perubahan, sekaligus penggerak kebersihan di lingkungan masing-masing yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Menurutnya, persoalan sampah tetap harus menjadi perhatian yang serius bagi semua pihak. Masyarakat harus terus diingatkan dan diberi contoh agar membuang sampah pada tempatnya, serta turut melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi nilai ekonomi.
“Kita para kader PKK, harus menjadi motor penggerak di dalam pengelolaan sampah rumah tangga ini menjadi kompos, juga menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelasnya.
Dari sampah dapat diproses menjadi kerajinan setelah didaur ulang. Seperti kantong plastik minyak goreng, bungkus mie instan dan sampah plastik rumah tangga lainnya, menjadi sebuah kerajinan yang bernilai ekonomis, seperti membuat kerajinan tas, dompet dan lainnya.
Widayati menjelaskan usaha peningkatan pendapatan keluarga ini dikonsenkan pada lingkup rumah tangga karena dipandang bisa menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi ke depan.
“Juga bisa tercipta potensi, daya dan karakter perempuan yang tidak kalah penting dengan jalan memberdayakan dan membangun masyarakat menjadi individu atau keluarga yang mandiri,” pungkasnya. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Sisca