Petugas Check Point Amankan Mobil Travel Gelap dari Banyuwangi

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Petugas Check Point Amankan Mobil Travel Gelap dari Banyuwangi

Jumat, 22 Mei 2020, Dibaca : 1086 Kali

MALANG - Mendekati hari Raya Idul Fitri, banyak warga dari luar kota yang nekat mudik karena tidak ada pekerjaan di tempat perantauan. Padahal, selain imbauan untuk tidak mudik, di Malang Raya juga tengah diberlakukan PSBB.


Kepala Pos Check Point dan Penyekatan Graha Kencana Iptu Muhammad Syaikhu mengatakan memberhentikan salah satu mobil diduga travel gelap dengan Nopol DK 1564 QL yang mengangkut lima penumpang dari Bali yang berasal dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.
"Kami menindak travel gelap yang mengangkut pemudik dari pulau Bali. Mobil tersebut membawa penumpang dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi," ujar Syaikhu ketika ditemui Malang Post, Jumat 22 Mei 2020.


Untuk proses selanjutnya, Kasubnit I Turjawali Polresta Malang Kota tersebut telah menilang dan menindak, dengan menyita mobil travel gelap tersebut.
"Sesuai prosedur, kita sudah cek kesehatan seluruh penumpang dan sopir. Lalu untuk sopir kita tilang. Lalu kita sita kendaraannya dan untuk mengikuti proses persidangan tilang setelah lebaran," lanjutnya.


Sementara itu, salah satu penumpang, Sulistyo warga Desa Bandungrejo Kecamatan Bantur yang nekat mudik ke Malang dari Denpasar Bali. Pria yang bekerja sebagai tukang las di Bali ini mengaku nekat mudik karena sudah di berhentikan dari tempat pekerjaannya.
"Ya karena di Bali sudah tidak bekerja. Saya bertahan hidup di sana dari tabungan. Katanya ada bantuan sembako, tapi kita yang perantau ini tidak tersentuh," ujar Sulistyo.


Ia mengaku membayar 350 ribu untuk bisa sampai di Malang. Namun usahanya untuk bisa pulang ke Kampung terhenti di Pos Check Point dan Penyekatan Graha Kencana. "Sebetulnya dari Denpasar itu saya di jemput travel plat kuning. Tapi kok sampai pelabuhan Ketapang di Banyuwangi kita di oper ke mobil biasa," katanya.


Sulistyo pun akhirnya melanjutkan pulang kampung ke Bantur menggunakan transportasi umum. "Ya naik mikrolet atau angkutan umum yang ada buat pulang," tutup pria kelahiran tahun 1983 tersebut. (fir/ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Fino Yudistira