Malang Post - Peserta Workshop Guru Menulis Terkesan, Berharap Kembali Digelar

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Peserta Workshop Guru Menulis Terkesan, Berharap Kembali Digelar

Senin, 17 Feb 2020

MALANG - Malang Post kembali sukses menggelar Workshop Guru Menulis untuk kali kedua. Kegiatan yang digelar di Jambuluwuk Resort and Convention Batu, Sabtu (15/2) tersebut, memberikan kesan yang berarti bagi para peserta. Salah satunya oleh Fika Firmananta, S.Psi.
Ia tercatat sebagai peserta terjauh. "Saya mendapat informasi dari teman saya yang ada di SD Anak Saleh, karena tertarik maka saya pun ikut," katanya kepada Malang Post.


Sebagai anggota yang aktif di komunitas Media Guru Kabupaten Pacitan, Ia merasa perlu menimba banyak ilmu dan informasi terkini. Terutama yang berkaitan dengan kompetensinya sebagai penulis. Bahkan usai mengikuti pelatihan ini, Fika bertekad akan membuat buku. "Materinya tadi bagus, memberikan banyak inspirasi bagi saya," ujar alumni UIN Maliki Malang ini.


Dengan mengikuti Workshop Guru Menulis, Fika menjadi punya gambaran cara menentukan ide dalam menulis. Selain itu, bisa lebih mengerti perbedaan antara karya ilmiah dan karya ilmiah populer. "Saya memang ingin belajar cara menulis karya populer. Karena selama ini hanya menulis ilmiah saja, dan bahasa yang dipakai bahasa-bahasa ilmiah,"ungkapnya.


Guru PNS di SDN 1 Losari Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan ini, mengaku sering mengikuti latihan menulis. Cuma yang selama ini diikuti workshop menulis karya ilmiah. Dengan workshop Guru Menulis yang diselenggarakan Malang Post menjadi kesempatan baik baginya untuk belajar menulis artikel populer.


Hanya saja, Fika menyayangkan pesertanya terbatas. Padahal teman-temannya juga banyak yang mau ikut. Tetapi sudah tidak kebagian kursi. "Sebenarnya teman saya tertarik juga untuk ikut, tapi informasi dari panitia pendaftaran sudah ditutup. Padahal acaranya masih empat hari lagi. Semoga kedepan bisa digelar lagi," kata dia.


Respon peserta terutama kalangan pendidik terhadap kegiatan workshop guru menulis yang digelar Malang Post memang cukup besar. Digelarnya workshop jilid kedua ini karena banyak permintaan guru yang tidak mendapat kesempatan di workshop pertama yang digelar Bulan November 2019 lalu. Pun demikian di jilid kedua, banyak peserta yang kehabisan kursi, sehingga tidak dapat mengikuti.


Menanggapi hal ini, Ketua Panitia Noer Adinda Zaini mengatakan pihaknya memang sengaja membatasi jumlah peserta maksimal 50 orang. Kebijakan tersebut diambil demi efektivitas dan kondusifitas acara. "Kalau terlalu banyak nanti malah tidak efektif," katanya.


Melihat greget dan respon peserta yang tinggi, rencananya Malang Post akan menjadikan kegiatan ini program rutin. Workshop Guru Menulis Jilid Ketiga kembali akan dipersiapkan. Dengan estimasi waktu tiga sampai empat bulan kedepan. "Sekitar April atau Mei kita akan gelar lagi," imbuhnya. (imm/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya





Loading...