Peserta Dance dan Band Competition Pukau Juri

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 10 Okt 2019, dibaca : 261 , rosi, imam

ENERGIK: Penampilan salah satu peserta grup dance saat menggebrak panggung SMAK Santa Maria, siang kemarin

Langsep Challenge 2019
MALANG - Sebanyak 15 grup band dan 10 dance dari berbagai SMP Se Jawa Timur beraksi di Langsep Challenge 2019 SMAK Santa Maria Malang, Kamis (10/10) kemarin. Penampilan keren oleh para peserta dalam dua perlombaan ini, berhasil menggebrak panggung SMAK Santa Maria dengan lagu-lagu hits. Termasuk juga penampilan dance kombinasi modern dan tradisional. 
Dewan juri yang merupakan para pelaku seni, dibuat kagum oleh performa masing-masing grup. Tetapi biar bagaimanapun hebatnya semua peserta, dalam sebuah kompetisi harus ada yang muncul sebagai yang terbaik. 
Penanggung jawab Kompetisi Band, Fani Yohan Daryono menjelaskan, ada beberapa kriteria penilaian dalam lomba band. Antara lain skill, harmonisasi, aransement dan kerapian dalam bermain. 
"Kami lihat semuanya tampil bagus. Banyak perkembangan yang diperlihatkan peserta dari lomba band tahun sebelumnya," kata dia. 
Setiap grup menampilkan dua lagu. Satu lagi wajib dan lagu bebas. Kreativitas peserta benar-benar menjadi penilaian terutama saat menampilkan lagu biasa menjadi luar biasa. 
"Aransementya benar-benar kita lihat untuk mengukur kreativitas mereka," terangnya. 
Sementara itu, di lomba dance kriteria penilaian juga terbilang banyak. Diantaranya konsep dan performa grup. Meliputi ekspresi, kekompakan dan power. "Konsep yang ditentukan panitia harus mengusung tradisional baik itu kostum maupun propertinya," jelas Hyang Restu Suwito, Panitia Kompetisi Dance. 
Ia mengaku konsep peserta yang memadukan gaya modern dan tradisional benar-benar bagus. Sebagai panitia, pihaknya merasa kagum atas usaha para peserta dance Langsep Challenge tahun ini. "Termasuk koreografinya tahun ini semakin 'gila'. Mereka keren banget. Kami sangat mengapresiasi itu semua," ujarnya kepada Malang Post. 
Sementara itu, Penanggung Jawab Kompetisi Dance, Maria Widyaningsih menerangkan, konsep  tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dalam setiap ajang perlombaan seni. Terutama di lingkungan SMAK Santa Maria, yang selalu menekankan pada siswa untuk cinta seni budaya bangsa Indonesia. "Memang untuk mencintai harus dikenalkan lebih dulu. Dan juga bagian dari pengenalan seni pada peserta dance, tapi menjauhkan dari unsur modern," jelasnya. 
Ia berharap para peserta bisa menerima lapang dada atas keputusan juri terkait pemenang lomba. Menurutnya  menag dan kalah bagian dari kehidupan manusia, dan bukan menjadi puncak tujuan. "Yang penting prosesnya untuk mencapai tujuan. Bahwa perlombaan ini untuk berbagi kebahagiaan kepada orang lain," pungkasnya. 
Sementara itu, di lapangan SMAK Santa Maria kompetisi basket terus bergulir. Tim-tim yang menang dalam bertanding di babak delapan besar, Kamis kemarin, hari ini akan berlaga di babak semifinal. "Yang pasti akan semakin seru, kita akan lihat hasil pertandingan besok (hari ini,Red), siapa yang akan melaju ke babak final," ucap Kepala SMAK Santa Maria Malang, Sr. M. Theresella Karti, SPM., M.Pd. (imm/oci)



Loading...