Pesantren Juga Bekali Santri Ilmu Berwirausaha | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 28 Okt 2019, dibaca : 309 , udi, agung

Pondok Pesantren Raudlatul Ulum II, tidak hanya sekadar mencetak santri berilmu agama saja. Tetapi juga menjadikan santri memiliki keahlian, serta ketrampilan dalam berwirausaha. Sehingga, ketika lulus dari pesantren, sudah memiliki bekal ilmu berwirausaha.
"Dengan ilmu yang kami berikan selama di Pondok Pesantren, kami harapkan santri memiliki pengetahuan agama yang baik. Termasuk memiliki ketrampilan serta jiwa wiraswasta," ungkap Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum II, KH. Hamim Kholili.

   Baca juga : Sempat Ditolak Warga, Kini Berdiri Megah
Karenanya, supaya santri memiliki wawasan luas, selama menimba ilmu di Ponpes, para santri juga diberi arahan untuk memiliki life skill. Diantaranya, dengan memberikan keterampilan seperti menjahit dan tata boga. Karena di Ponpes RU II, memiliki balai komunitas latihan kerja khusus untuk para santri.
Tidak hanya itu, santri juga diberikan pelajaran tentang ilmu teknologi. Tujuannya supaya santri tidak sampai gagap teknologi (Gaptek). Sehingga mereka tahu dengan perkembangan zaman di luar pondok pesantren.
"Kami mendidik santri kesederhanaan dalam hidup. Tujuannya supaya santri menjadi apapun dan dalam posisi apapun selalu siap. Bisa menerima kondisi yang ada. Karena mereka nantinya juga akan kembali kepada masyarakat," jelas Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Malang ini.
Pria yang juga menjabat Ketua Umum Pusat Koperasi Tebu Rakyat Kabupaten Malang ini, mengatakan bahwa setiap sepekan sekali, santri diwajibkan mengikuti kegiatan Tharekat Naqsyabandiyah. Tujuannya supaya para santri memiki jiwa dan mental yang baik. Menjadi seorang santri yang rendah hati serta peduli terhadap sosial dan lingkungan di sekitarnya.
Ponpes Raudlatul Ulum II ini, berada di bawah Yayasan Pendidikan Usmani. Jumlah santri saat ini sebanyak 700 orang. Sekitar 400 orang merupakan santri putri, sisanya santri laki-laki.
Ponpes Raudlatul Ulum II, memiliki empat lembaga pendidikan. Yakni SMP, SMA, Aliyah serta Diniyah. Kegiatan santri setiap harinya formal seperti ponpes lainnya.
Pagi hari, kegiatan pendidikan formal di sekolah. Kemudian sore harinya kegiatan Diniyah. Sedangkan malam harinya, kegiatan pesantren yang berkesinambungan dengan pendidikan Diniyah dan formal. "Untuk pendidikan formal di lembaga sekolah, santri memang kami wajibkan. Siswa di lembaga pendidikan, tidak hanya dari santri, tetapi juga dari masyarakat luar," terang Ketua Yayasan Pendidikan Usmani ini.
Disisi lain, Ketua Umum Yayasan RSI Gondanglegi ini menambahkan, bahwa setiap tahun Ponpes Raudlatul Ulum II, dua kali memberangkatkan jamaah Umroh, yang dikerjasamakan dengan PT Musafir Lintas Sahara. Setiap kali berangkat, jumlah jamaah yang Umroh antara 80 - 90 orang, yang langsung dibimbing KH. Hamim Kholili serta KH. Yusqi Qosim Bukhori. (agp/udi)



Loading...