Malang Post - Perusahaan Australia Lirik Tetes Tebu

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Perusahaan Australia Lirik Tetes Tebu

Jumat, 21 Feb 2020

MALANG – Tetes tebu yang awalnya hanya limbah, kini mengundang perhatian banyak pihak. Salah satunya 4 Season Company Pty Ltd dari Australia yang menggandeng Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) melaksanakan penelitian tetes tebu. Karena memiliki segudang manfaat bagi industri pengolahan limbah, industri energi, pertanian hingga peternakan.


Indonesia memiliki tetes tebu berkualitas ekspor, khususnya dari pabrik tebu di wilayah Jawa Timur seperti Malang, Kediri, dan Jombang.  Sehingga banyak perusahaan asing yang melirik untuk melakukan kerjasama. Menyikapi wacana tersebut Allan Giffard sebagai perwakilan perusahaan 4 Season Company Pty Ltd bersama Prof. Peter Windsor  dari University of Sidney, beberapa hari yang lalu mengunjungi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Lawatan ini bertujuan untuk mengajak dosen Fapet UB untuk melakukan riset kolaborasi mengenai kualitas tetes tebu dan efek penggunaannya pada ternak.
“Kami telah melakukan penelitian dengan memberikan tetes tebu pada beberapa ternak di Australia. Hasilnya ternak mengalami penambahan bobot badan dan peningkatan performa,” ucap Prof. Pete.


Disamping itu, Allan Giffard menyampaikan keinginannya untuk mengolah tetes tebu menjadi urea molasses block (UMB) sebagai produk unggulan di perusahaanya. Sebab di Australia tidak memiliki pabrik gula sehingga tidak ada tetes tebu.UMB adalah pakan tambahan yang terbuat dari campuran tetes tebu yang berfungsi sebagai sumber energi, pupuk urea sebagai sumber protein dan bahan pelengkap yang mampu menyerap tetes tebu.
“Pada sektor peternakan, molases digunakan sebagai pakan tambahan bagi ternak ruminansia dan fermentasi bahan pakan. Fungsi fermentasi molases tersebut untuk melunakkan bahan pakan sehingga daya cerna dalam lambung lebih maksimal,” terangnya.


Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Prof.  Suyadi yang didampingi wakil dekan bidang akademik dan para dosen pakar nutrisi makanan ternak menyambut baik rencana jalinan kerjasama ini. Namun untuk langkah dan proses selanjutnya mereka akan menunggu dari pihak Australia. “Kami senang dan siap bekerjasama namun kita tunggu respon selanjutnya dari perusahaan,” ucapnya. (imm/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya





Loading...