Malang Post - PerP4RI Siapkan Pembelajaran Akupresur Via Online

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


PerP4RI Siapkan Pembelajaran Akupresur Via Online

Sabtu, 12 Okt 2019

MALANG - Teknik pengobatan alternatif melalui acupressure (akupresur) semakin diminati masyarakat. Terapi tersebut hampir mirip dengan akupunktur. Jika akupunktur menggunakan jarum, akupresur tidak menggunakan jarum, namun menggunakan jari atau alat bantu lainnya.
Dengan berkembangnya teknologi, pembelajaran teknik akupresur bisa didapatkan dengan mudah, yakni melalui online atau e-learning. Hal tersebut dijelaskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Pijat Refleksi Indonesia (PerP4RI) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PerP4RI dan Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupressure Indonesia (P3AI) di Rumah Makan Ringin Asri, Sabtu (12/10). Acara yang diselenggarakan hingga Minggu (13/10) ini dihadiri oleh 84 orang peserta yang berasal dari seluruh Indonesia.
Salah satu pemateri, Azzis Sodikin mengungkapkan, tahun ini, berdasarkan tugas dari organisasi pusat, pihaknya akan mempresentasikan rencana pembelajaran berbasis jaringan (daring). Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada.
“Nantinya, kami akan membuat aplikasi online dengan menggunakan google class. Selain itu, kami juga akan membuka kelas melalui Telegram dan juga WhatsApp untuk mempermudah pembelajaran,” terang dia kepada Malang Post.
Melalui aplikasi tersebut, mereka bisa melakukan diskusi hingga ujian untuk menjadi terapis, mulai dengan memberikan teori pembelajaran melalui simulasi dengan menggunakan video. Serta, mengikuti ujian virtual dengan mengirimkan video tutorial yang terdiri dari cara dan teknik pemijatan. Sehingga, masyarakat yang tinggal di luar kota maupun luar pulau, bisa mengikuti pembelajaran hingga ujian. “Penilaian juga dilakukan secara digital. Langsung keluar nilai dan rangkingnya. Setelah lulus, langsung mendapatkan sertifikat resmi dan bisa dicetak sendiri,” papar dia.
Ketua Panitia Penyelenggara, Bambang Boi menambahkan, pembelajaran online tersebut hanya bisa dilakukan oleh para anggota yang sudah resmi mendaftar, baik melalui pengurus cabang di kota/kabupaten maupun pengurus daerah provinsi. “Pembelajaran tanpa dipungut biaya alias gratis. Harus jadi anggota dulu baru bisa belajar melalui e-learning,” ujar dia.
Selain menjelaskan terkait pembelajaran online, Munas juga membahas terkait penijauan dan perubahan kepengurusan pusat PerP4RI. Juga menyusun langkah-langkah strategis dalam peran dan fungsi P3AI bagi para penyehat tradisional Indonesia. “Kami juga akan mensukseskan permohonan surat rekomendasi dan diselaraskan dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK),” kata dia.
Dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya berharap, para anggota bisa mendapatkan ilmu lebih banyak lagi dan menerapkan hal baru ketika melakukan pengobatan alternatif kepada masyarakat.(tea/aim)

Editor : aim
Penulis : amanda

  Berita Lainnya





Loading...