Malang Post - Permintaan Komisi C ke Dinas Pendidikan, Perbaiki Fasilitas GOR dan Tetapkan Kepala Sekolah

Minggu, 29 Maret 2020

  Mengikuti :


Permintaan Komisi C ke Dinas Pendidikan, Perbaiki Fasilitas GOR dan Tetapkan Kepala Sekolah

Rabu, 26 Feb 2020

BATU - Komisi C DPRD Kota Batu meminta Pemkot melakukan perbaikan fasilitas di GOR Gajahmada. Selain itu Dinas Pendidikan juga menetapkan 11 kursi Kepala Sekolah yang masih kosong atau dijabat Pelaksana tugas (Plt).
Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud menjelaskan, GOR Gajahmada berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan. Begitu juga soal pengangkatan Kepala Sekolah menjadi kewenangan OPD yang sama.
"Komisi C dan Dindik sudah membahas beberapa hal. Pertama kami meminta agar Dindik segera memperbaiki fasilitas GOR Gajahmada yang sering dikeluhkan oleh atlet atau masyarakat. Fasilitas yang dibutuhkan  seperti tandon air," ujar Didik kepada Malang Post.


Ia menerangkan, perbaikan fasilitas GOR Gajahmada, Banggar telah memberikan anggaran Rp 300 juta. Terutama untuk pembelian tandon air di kamar mandi. Karena selama tahun 2019 fasilitas kamar mandi tak teraliri air.
Selain perbaikan fasilitas GOR, Komisi C juga meminta Dinas Pendidikan untuk segera mengisi kekosongan 11 kursi kepala sekolah di Kota Batu. Mengingat pertengahan tahun ini sudah masuk tahun ajaran baru.
“Untuk kepala sekolah kosong kami harap Dindik segera menindak lanjutinya. Setidaknya pada Maret harus sudah dilantik. Karena bagaimanapun juga ijazah yang akan dibawa oleh peserta didik harus menggunakan tanda tangan Kepala Sekolah definitif,” tegasnya.


Dari data Dinas Pendidikan, ada 11 sekolah dengan dipimpin Plt. Sekolah-sekolah itu antara lain SDN Sisir 5, SDN Ngaglik 4, SDN Sisir 6, SDN Songgokerto 3, SDN Bulukerto 3, SDN Tulungrejo 4, SDN Mojorejo 02, SDN Pendem 01, SDN Tekung 01, SMPN 4, dan SMPN 3.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih mengungkapkan, pihaknya segera menetapkan kepala sekolah. Ia menerangkan jika kekosongan kepala sekolah ini karena beberapa faktor seperti pejabat lama yang pensiun.
"Selain itu, kekosongan kepala sekolah juga karena kurangnya calon karena belum memiliki sertifikat dari LP2KS. Namun para calon kepala sekolah di Kota Batu telah mengikuti LP2KS dan tinggal menunggu pelantikan,"paparnya.
Ketua PGRI Kota Batu, Samun menambahkan, 21 orang telah dilatih di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS). Pelatihan tersebut untuk mempersiapkan calon kepala sekolah sebelum menjabat sebagai kepala sekolah definitif.
"Dari semua calon kepala sekolah yang telah dilatih, mereka akan dapat sertifikat lalu didefinitifkan," ujar Samun.


Untuk memiliki sertifikat LP2KS harus ada beberapa persyaratan. Diantaranya masa kerja minimal lima tahun. Dengan adanya 21 orang yang ikut LP2KS, pihaknya berharap sekolah yang masih dijabat Plt ini segera diisi Kepala Sekolah definitif. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...