Perluas Kawasan Physical Distancing

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Perluas Kawasan Physical Distancing

Sabtu, 04 Apr 2020, Dibaca : 1239 Kali

MALANG - Kawasan physical distancing di wilayah Malang Raya diperluas (baca grafis, red). Bahkan di wilayah Kabupaten Malang juga  diberlakukan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan perusahaan. Kebijakan ini bertujuan memutus rantai penyebaran virus Corona.


Di Kota Malang dari sebelumnya hanya di Jalan Ijen, kini mulai Sabtu (4/4) hari ini  diberlakukan di Jalan Veteran. Perluasan kawasan physicial distancing sekaligus menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Priyanto menjelaskan, sejak penetapan kawasan physical distancing dan imbauan aktivitas di rumah, arus lalu lintas di jalan raya cenderung menurun atau lengang.
“Kalau diperkirakan, di hari normal kecelakaan lalu lintas (laka lantas) bisa mencapai 15 – 20 kejadian setiap bulan. Namun saat ini, setelah physical distancing, kejadian laka lantas bisa turun sekitar lima kejadian,” tuturnya.


Ia menambahkan, masyarakat sudah mengikuti anjuran. Selain itu, pihak kepolisian secara terus menerus menginformasikan agar masyarakat tetap berada di rumah.
Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menambahkan kawasan physical distancing memang akan ditambah lagi di beberapa kawasan lainnya. Jika dianggap mengundang kerumunan agar ditetapkan kebijakan tersebut untuk sementara waktu.
“Rencananya juga kita minta di kawasan Soekarno-Hatta dan juga MT Haryono. Tapi kita evaluasi dulu yang sudah ada ini dulu untuk tindak lanjut berikutnya,” paparnya soal tambahan physical distancing di Kota Malang.  

 

Dua Kawasan Baru di Kabupaten Malang
Di kawasan Kepanjen sebagai pusat pemerintahan dan keramaian di Kabupaten Malang menerapkan physical distancing untuk jalanan. Yakni, Jalur Lingkar Barat, Jalan Penarukan dan Jalan Trunojoyo Kepanjen. Sejak Kamis (2/4), tiga kawasan ini tidak boleh dilewati pada pukul 08.00-12.00 dan 19.00-23.00.
Hendri Umar menegaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan pelaksanaan physical distancing di seluruh wilayah Kabupaten Malang. “Kami upayakan bisa ada sebanyak-banyaknya, untuk menghambat pergerakan virus,” jelasnya.


Physical distancing area pun berlakukan di dua lokasi lain mulai kemarin. Pertama, PT Audi Jaya Bio Walet, Kecamatan Wagir, dan Ponpes Raudlatul Ulum, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi.
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mendatangi langsung dua area ini untuk meresmikan dan memulai pelaksanaan physical distancing. “Setelah kami tinjau, benar bahwa kawasan ini menerapkan physical distancing, dan mengupayakan steril dan bebas dari covid-19. Karena, kawasan ini dilengkapi dengan beberapa alat untuk menetralisir dan mendeteksi virus,” jelas Hendri usai melakukan peninjauan.


Pondok Pesantren Raudlatul Ulum II, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, menerapkan kawasan physical distancing untuk melawan penyebaran virus corona. Polres Malang bersama pengasuh pondok, mendeklarasikan serta mengumumkan kawasan physical distancing pondok, kepada masyarakat dan para santri.
Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum, KH Hamim Kholili menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program Polres Malang untuk physical distancing. “Kami sangat mendukung program seperti ini, untuk diterapkan di ponpes,” ujar Gus Hamim, sapaan akrabnya kepada Malang Post.


 
Juga Periksa Warga Masuk Batu

Physical distancing di Kota Batu mulai diberlakukan lagi di Jalan Imam Bonjol setelah sebelumnya diberlakukan di Jalan Sultan Agung. Kedepan akan melakukan evaluasi kembali terkait penerapan dua kebijakan tersebut. Jika memang efektif dan warga terdampak semakin banyak kemungkinan bisa diperpanjang dan ditambah areal untuk physical distancing.


Selan itu juga perketat pemeriksaan kesehatan pengendara yang berasal dari luar melewati Kota Batu. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Simpang Tiga Pendem tepat di Pos Polisi Pemdem dan Songgoriti di depan rumah dinas Wakil Wali Kota Batu.
Dalam pelaksanaanya dilakukan selama tiga hari sejak Jumat (3/4) hingga Minggu (5/4). Setiap harinya dilakukan selama dua shift. Untuk pagi mulai 09.00-13.00 WIB. Kemudian dilanjutkan malam mulai 18.00-22.00 WIB.
Bagi setiap kendaraan yang melalui jalur tersebut akan diberhentikan oleh petugas gabungan yang meliputi anggota Polri, TNI, Dinkes, PMI, Satpol PP, Dishub, BPBD, dan Limnas. Kemudian pengendara dan penumpang akan mengikuti beberapa proses pemeriksaan kesehatan.


Dalam prosesnya setiap pengendara akan harus melakukan cuci tangan dulu, kemudian di data asal daerah dan tujuan, pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan tensi darah. Bila ada indikasi seperti suhu tubuh tinggi diatas 38 derajat akan diperiksa lebih lanjut dan dilakukan isolasi.
Wakapolres Batu, Kompol Suharsono menyampaikan pemeriksaan dilakukan rata-rata kepada pengendara dari luar daerah. Mulai dari orang Malang bekerja di Kota Batu atau orang Malang yang mau ke Jombang dan Kediri maupun sebaliknya. (ica/fin/eri/van) 

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi