Perkuat Jiwa Santri Dengan Ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 24 Okt 2019, dibaca : 606 , udi, imam

MALANG - Hari Santri hendaknya dijadikan momentum untuk melahirkan semangat baru dalam meningkatkan kualitas diri seseorang. Terutama di kalangan para santri sendiri. Kualitas diri melingkupi banyak hal. Baik kualitas dirinya sebagai pelajar yang sedang menuntut ilmu, maupun kualitas diri sebagai hamba Allah SWT.
Dan lebih dari itu peran santri harus semakin tampak di mata masyarakat, bahkan di mata dunia. Sejarah di Tanah Air mencatat, peran santri begitu besar bahkan menjadi pelopor terhadap perjuangan para pahlawan bangsa dalam mengusir penjajah.
Semangat itulah, yang diharapkan terus berkobar dalam jiwa raga santri di era milenial seperti saat ini. Zaman boleh berubah, teknologi boleh maju dan peran peradaban boleh berkembang, namun santri tetap berada di depan menjadi pelopor perubahan dan kemajuan tersebut.

   Baca juga : Mesir Menjadi Kiblat Arsitektur Kubah Pertama dalam Sejarah
Keimanan, keilmuan dan akhlakul karimah tetap menjadi dasar setiap tindakan para santri. Sehingga kemajuan dan prestasi bangsa yang ditorehkan oleh para santri semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Pengasuh Ma'had Sabilillah Malang, Ustadz Anwar Fatah, S.Ag., M.Pd, mengatakan, para santri merupakan penerus para ulama. Maka tugas ulama selama ini kelak akan dilanjutkan oleh para santri di masa kini. "Santri Sabilillah mengemban tugas untuk masa yang akan datang, yaitu menebar rahmat untuk kehidupan manusia sesuai ajaran Islam yang mengusung misi Rahmatan Lal 'Alamin" katanya.
Para santri Ma'had Sabilillah diajarkan Islam dengan konsep Islam moderat. Kajian tiga pilar Islam, meliputi tauhid, syariat dan akhlak, berdasarkan pemikiran para ulama dari kalangan Ahlussunah Wal Jamaah. "Konsep Islam moderat artinya tidak ekstrimis dan tidak liberalis. Sabilillah dari dulu hingga yang akan datang tetap kokoh mengajarkan para santri dengan Islam rahmatan lil alamin," tegasnya.
Salah satu ciri Islam Moderat terbuka dengan kemajuan. Setinggi apapun nilai ajaran syariat dan akhlak di lingkungan Ma'had Sabilillah tetap tidak mengenyampingkan ilmu dan teknologi. Dan itu telah mereka buktikan dengan pagelaran pameran produk inovatif berbasis sains teknologi pada peringatan Hari Santri Nasional, beberapa hari yang lalu.
Para santri Ma'had Sabilillah merupakan siswa SMA Islam Sabilillah Malang. Mereka belajar di Ma'had juga belajar di sekolah. Pengajaran di sekolah  mereka sarat akan aktualisasi teknologi. Bahkan di Ma'had pun mereka di diperkenankan membawa laptop sebagai sarana belajar. Karena di Ma'had ada materi Tafsir Alquran tematik.
Kajian santri milenial dengan konsep dirasah menggunakan pendekatan modern. "Kita sadar bahwa santri masa kini, bukan santri zaman dulu. Mereka santri milenial. Tentu pendidikannya kita sesuaikan," katanya.
Sebagaimana pondok pesantren pada umumnya, di Ma'had Sabilillah juga memiliki aturan-aturan yang wajib dilaksanakan semua santri. Misalnya kegiatan keagamaan rutin setiap harinya. Antara lain salat tahajud, dhuha, mengaji Alquran dan kitab. "Kita wajibkan anak-anak mengaji Alquran minimal enam halaman setiap pagi," tambahnya.
Sebab kata Ustadz Anwar, mengaji Alquran tidak hanya urusan ibadah. Hikmah dengan membaca Alquran secara istiqomah dapat meningkatan kecerdasan santri. Dan itu tidak sekedar wacana, tetapi sebuah fakta realistis menurut pengamatan yang dilakukan oleh jajaran asatidz. "Setelah kami amati memang begitu kenyataannya. Anak yang gemar membaca Alquran, atau yang menghafalkannya, akhlaknya menjadi baik dan kemampuan intelektualnya bagus karena mereka terbiasa memaksimalkan daya berpikirnya," tutur dia.
Selain itu, lanjut dia, Alquran sebagai obat. Tidak hanya obat penyakit fisik atau dohir. Tapi juga obat untuk psikis dan batin. Dengan gemar membaca Alquran santri semakin rajin belajar dan wawasannya lebih terbuka. "Apalagi zaman sekarang, adanya sarana teknologi membuat  anak malas. Sehingga perlu kita imbangi dengan obat Alquran agar santri tetap rajin belajar dan beribadah," pungkasnya. (imm/udi)



Jumat, 06 Des 2019

Hanif Gantikan Arthur

Jumat, 06 Des 2019

Cegah Radikalisme Sejak PAUD

Loading...