MalangPost - Peringkat Jauh Merosot

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Peringkat Jauh Merosot

Minggu, 08 Des 2019, Dibaca : 2733 Kali

MALANG POST  – Arema FC babak belur di kandang PSIS Semarang, Minggu (8/12). Bermain di Stadion Moch Soebroto Magelang, Tim Singo Edan dibantai dengan skor 5-1. Akibat kekalahan telak ini, posisi tim Singo Edan jauh merosot ke peringkat sembilan. Bahkan Persebaya yang sebelumnya tercecer di posisi sembilan, kini melonjak ke peringkat lima setelah menang 4-0 atas Bhayangkara FC.
Tampil mendominasi sejak babak pertama, namun Sylvano Comvalius dkk tak bisa mengimbangi setiap serangan balik tuan rumah. Bahkan, sebagian besar gol PSIS tercipta dari organisasi pertahanan yang buruk tim Arema.
Empat gol PSIS terjadi dari proses umpan silang yang mereka lakukan ke area penalti Arema. Diawali dengan gol Hari Nur Yulianto di menit 10’, setelah menerima pantulan Septian David Maulana, yang sebelumnya menerima throw in dari Frendi Saputra.
Gol kedua PSIS, berawal dari serangan balik cepat ketika Arema melakukan serangan. Hari Nur Yulianto mampu memberikan umpan manis kepada Septian David Maulana di menit 39’. Arema sempat membalas di awal babak kedua melalui Rifaldi Bawuoh. Namun sayang, usai gol tersebut, lagi-lagi organisasi pertahanan Arema buruk dan menjadi bulan-bulanan Laskar Mahesa Jenar.
Septian menambah gol di menit 54’ melalui tandukan, memanfaatkan tendangan sudut yang dilakukan Jonathan Cantillana. PSIS seolah belum puas menjebol gawang Arema, dan lagi-lagi melalui serangan balik.
Bruno Silva berhasil memanfaatkan bola pantul Kartika Ajie yang tidak sempurna menangkap bola. Saat skor 4-1, Arema berusaha membuat gol. Akan tetapi, pemain pengganti, Komarudin giliran melengkapi pesta gol PSIS pada injury time. Umpan crossing Hari Nur kepada Komarudin yang dikawal Nasir berhasil berbuah gol dan skor akhir 5-1.
“Sangat mengecewakan. Kami banyak kebobolan dari cara bertahan yang buruk,” ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.
Bahkan, dia sampai kehabisan kata-kata untuk mengomentari bagaimana timnya harus kebobolan dari defensive eror yang berulang. Sebab, empat gol, terjadi melalui proses umpan dari samping ke area penalti Arema dan berbuah gol.
“Itu kesalahan kami karena out posisi lagi dalam bertahan. Padahal di awal kami mendominasi sekitar 30-40 menit, dan menguasai di sekitar 60 meter lapangan,” paparnya.
Hanya saja, sekalipun mendominasi, dia mengkritisi pemain yang terlalu banyak kombinasi ketika membawa bola. Tampaknya, pelatih dengan sapaan akrab Milo itu tidak ingin anak asuhnya terlalu lama memegang bola, yang hasilnya gampang diantisipasi lawan.
“Kami ada beberapa shot di 45 menit pertama. Di babak kedua, kami mencoba lebih baik dan membuat gol yang indah. Tetapi, setelah itu kami kebobolan dan panik lagi,” tambahnya.
Praktis setelah itu, Arema minim mempunyai peluang emas di babak kedua. Ia meliha beberapa pemain mencoba menunggu dan tidak memiliki cukup ruang. “Di babak kedua kami tidak berbahaya, dan kami membiarkan lawan mencetak gol,” jelasnya.
Hasil akhir pun Arema harus rela kebobolan lima gol. Skor tersebut merupakan kekalahan telak kedua, setelah sebelumnya sempat dibantai PSM Makassar dengan skor 6-2.
Hasil tersebut, membuat Arema kian turun di klasemen sementara. Kini posisi Arema berada di peringkat sembilan dengan torehan 43 poin. Selanjutnya, Arema akan menghadapi Persebaya di pekan 32 Shopee Liga 1 2019 dan pertandingan akan digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, 12 Desember mendatang. (ley/jon)

Editor : Parijon
Penulis : Stenly