Peringkat BNI Kanwil Malang Melesat | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Peringkat BNI Kanwil Malang Melesat

Senin, 02 Des 2019,

Meskipun masih menjabat sebagai Kepala BNI Kantor Wilayah (Kanwil) Malang selama 1 tahun 9 bulan, namun Wiwi Suprihatno telah mampu membawa peringkat BNI Kanwil Malang melesat ke jajaran peringkat tertinggi. Setidaknya per Oktober lalu, BNI Kanwil Malang menduduki peringkat pertama dari sisi kinerja. Padahal, ketika pertama kali menjabat, peringkat BNI Kanwil Malang masih berada pada posisi belasan.
"Ketika awal saya menjabat pada Februari 2018 itu ranking ke 11, lalu akhir 2018 sudah menduduki posisi ke empat. Kemudian per Oktober kita menduduki posisi ranking 1," sebutnya sembari tersenyum.
Namun demikian, melesatnya peringkat BNI Kanwil Malang tak mungkin terwujud jika tidak dibarengi dengan kerjasama tim yang berada di bawah naungan kepemimpinannya. Menurutnya 1.400 orang yang berada di belakangnya memberikan pengaruh luar biasa, dengan melakukan kerjasama tim dan sinergi yang cukup baik sesuai dengan arahannya.
"Sesungguhnya 1.400 orang di belakang saya yang berjuang keras untuk peringkat ini. Tapi kemudian saya wanti-wanti jangan sampai terlena, mempertahankan pencapaian itu susah sekali. Karena wilayah lain juga terus berupaya untuk mencapai peringkat terbaik," pesannya.

Baca juga :

Tak Bisa Tanpa Bersama Keluarga

Kisah Dr. Ir. Sri Meicharini Jalani Tugas Dirjen Kependudukan


Kesadaran untuk tetap termotivasi dan konsisten dalam mencapai target harus terus dibangkitkan. Hal itu menjadi kewajiban dari seorang pemimpin. Kedisiplinan dalam proses mencapai target juga harus dilakukan. Termasuk juga dalam kedisiplinan mencapai pipeline target sesuai dengan jabatannya. Namun yang tak kalah menjadi perhatiannya adalah mendorong timnya untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah.
"Bagi saya yang juga menjadi hal utama adalah menjadikan layanan sebagai second engine. Jadi bagaimana melalui pelayanan kita bisa meningkatkan loyalitas nasabah, yang kemudian berbanding lurus dengan prospek peningkatan profit," lanjutnya.
Meskipun kadang kala sebagai pemimpin menerapkan manajemen disiplin yang cukup keras untuk mencapai target, namun Wiwi tak jarang pula menggunakan pendekatan personal dan humanis untuk mendorong timnya menjadi lebih baik.
"Masa akhir tahun seperti ini, mereka yang sudah tidak mungkin mencapai target, tidak kita gembleng lagi. Kalau terus kita push, takutnya mereka hopeless, malah sakit hati. Jadi saya lakukan pendekatan personal untuk bersama-sama merefleksi, terkait dengan kekurangan atau hal yang belum dilakukan," jelasnya.
Jadi menurutnya, pemimpin harus bisa memahami situasi dan memberikan perlakuan sesuai dengan kondisi dibutuhkan. "Kalau saya kombinasi kedua hal itu bisa kencang dan humanis. Tapi bagaimana caranya juga kita pendekatan ke tim. Karena tidak semua juga bisa mengikuti pola managerial yang saya tentukan," ungkapnya. (asa/lim)

Editor : halim
Penulis : Inasa

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...