MalangPost - Periksa Kejiwaan Oknum Guru yang Lecehkan 18 Siswa, Datangkan Psikolog

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Periksa Kejiwaan Oknum Guru yang Lecehkan 18 Siswa, Datangkan Psikolog

Minggu, 08 Des 2019, Dibaca : 2136 Kali

MALANG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, berencana mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi tersangka Chusnul Huda, mantan GTT SMPN 4 Kepanjen yang mencabuli siswanya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan warga Desa Kedungpedaringan Kecamatan Kepanjen tersebut.
"Rencana mendatangkan psikolog memang ada. Mungkin dalam waktu dekat ini. Psikolog nantinya selain memeriksa tersangka, juga para korban," ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Sejauh ini, lanjut Yulistiana, jumlah korban pelecehan seksual tersangka, terdata baru 18 orang. Semuanya sudah dimintai keterangan. Namun penyidik masih mendalami, karena kemungkinan ada korban lain lagi.
"Dari 18 korban yang sudah kami mintai keterangan, mengaku ada teman lainnya yang juga jadi korban. Karenanya kami masih terus mendalami dan mengembangkan kasusnya," tuturnya.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, dikonfirmasi juga membenarkan. Menurutnya, penyidik akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi kejiwaan dari tersangka dan korban. "Kami akan datangkan psikolog untuk memberikan pendampingan kepada korban. Karena kasihan dengan korban, pasca kejadian pelecehan itu," jelas Tiksnarto.
Sementara itu, tersangka sebelumnya dalam pemeriksaan mengatakan kalau dirinya memang kelainan. Meskipun sudah memiliki istri dan seorang anak, tetapi tersangka juga suka dengan sesama jenis. "Saya bergejolak (suka dengan laki-laki, red) sejak SMA. Tidak tahu kenapa, karena tiba-tiba saja suka sesama jenis," ucap tersangka.
Tersangka ditangkap berdasarkan laporan dari salah satu korban, pada Selasa (3/12). Dalam laporannya, korban mengaku dicabuli oleh Chusnul Huda, guru tidak tetap (GTT) bimbingan konseling (BK) di SMP Negeri 4 Kepanjen. Total ada 18 siswa yang dicabuli sejak Agustus 2017 sampai Oktober 2019.(agp/lim)

Editor : Halim
Penulis : Agung