Perbaiki Pesawat, Ditangkap Belanda di Singosari | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 2226 , bagus, ira

Nama H.A.S Hanandjoeddin memang tidak banyak diketahui orang. Tapi siapa sangka, Hanandjoeddin merupakan salah satu orang yang berjasa dalam perjungan bangsa Indonesia. Bahkan pria asli Tanjung Tikar, Sungai Samak, Badau, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung juga mencatat sejarah di Malang. Saat ini, namanya juga sedang diusulkan Pemerintah Daerah Belitung, sebagai pahlawan Nasional.
Kepala Penerangan Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Letkol Sus. Dodo Agus Prio S, mengatakan bahwa Hanandjoeddin merupakan pejuang militer. Dia pernah berjuang di Malang, mengusir Belanda.

   Baca juga :

Mayor TNI Hamid Rusdi Pakai Bahasa Kiwalan Jadi Sandi Pejuang

Kapten Laut Albert Warokka Terkenal Bandel, Selalu Bela Pribumi Tertindas

KH Masjkur Resmi Pahlawan Nasional


Dijelaskan oleh Dodo, Hanandjoeddin berada di Malang, berawal saat dia bekerja Ozawa Butai (Satuan Permukaan Darat Jepang). Saat itu H.A.S. Hanandjoeddin diangkat sebagai Hancho (pimpinan kelompok pekerjaan). Dia ditempatkan di Pangkalan Udara Bugis (saat ini Lanud Abd Saleh, Red). Saat itu Pangkalan Udara Bugis menjadi pusat penerbangan Angkatan Darat Jepang di wilayah di Jawa Timur.
Namun demikian, 15 Agustus 1945 Ozawa Butai dibubarkan. Itu seiring dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah sekutu melakukan pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki. Beberapa saat setelah Indonesia Merdeka ditambahkan Dodo, Hanandjoeddin masuk sebagai anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Malang. BKR kemudian berubah menjadi Divisi VIII Jawa Timur. Hanandjoeddin juga  masuk dalam Panitia Persiapan Kaum Teknik Penerbangan Indonesia yang menjadi inti pembentukan BKR Oedara Divisi VIII Suropati.
” Pada tanggal 10 Oktober 1945 dibentuklah Badan Keamanan Rakyat Oedara (BKRO) Malang (BKRO) kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKRO). H.A.S. Hanandjoeddin menjadi bagian BKRO Malang sebagai pelaksana teknis lapangan. Pada saat itu ia bersama teknisi yang lain berhasil memperbaiki beberapa pesawat peninggalan Jepang antara lain Cukiu 003 dan Cukiu 004,’’ urai Dodo.
Perjuangan H.A.S.Hanandjoeddin dimulai saat dia bergabung dalam pasukan pertahanan teknik, PPU III/930 Malang. Pasukannya melakukan penyerangan kepada Belanda yang saat itu menduduki Malang Tahun 1946. Dia dan pasukan PPU III/930 Malang bergerilya di wilayah Pakis dan Tumpang. Namun demikian, saat itu keberadaan Hanandjoeddin dan teman-temannya diketahui. Belanda melakukan penyerangan di tempat persembunyian Hadjanoeddin. Alhasil Hadjanoeddin pun ditangkap. Dia langsung dibawa ke markas Belanda yang saat itu berada di Singosari.
Namun demikian, semangat Hanandjoeddin untuk Indonesia merdeka terus bergelora. Itu terbukti, dalam sebuah perjalanan, Hanandjoeddin berhasil bebas. Dan saat itulah dia pun kembali kepada teman-temannya, untuk kemudian melakukan perlawanan pasukan Belanda di Malang.
”Karena beliau dari teknik, H.A.S Hanandjoeddin ini mampu memperbaiki beberapa pesawat yang dulunya milik Jepang. Kemudian digunakan pasukan AURI (TNI AU) untuk melakukan penyerangan,’’ ungkap Dodo.
Dia mengatakan, dari sejarah yang dibacanya, Hanandjoeddin juga dikatakan ikut dalam perlawanan melawan Belanda di wilayah Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.Bahkan, Hananddjoeddin dikatakan Dodo juga ikut dalam penumpasan anggota G30 S/PKI.
”H.A.S Hanandjoeddin ini pemilik tanda jasa Bintang Garuda 1. Yang artinya dia salah satu pendidik TNI AU,’’ ungkap Dodo.
Dia mengatakan, seiring dengan usulan H.A.S Hanandjoeddin ini diusulkan sebagai pahlawan nasional, pihak Lanud Abd Saleh juga siap mengabadikan nama tersebut untuk nama jalan. ”Informasinya, Pemerintah Daerah Belitung juga akan membuat monumen di Tumpang. Beliau berjasa di Malang,’’ tandasnya.(ira/ary)



Minggu, 17 Nov 2019

Anak 9 Tahun Dimangsa Tetangga

Loading...