Perayaan Ekspor 16 Miliar Batang Rokok, Preskom Bentoel Group: Ini Karya Arek-Arek Malang | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 27 Agu 2019, dibaca : 1189 , Halim, ira

OPTIMIS: H. Hendro Martowardojo , Rudi Gunawan Bastari, Kakanwil DJP Jatim III , Atong Soekirman, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemeko Perekonomian , Kunto Widjanarko, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, DJBC Jatim II

 

MALANG - Bentoel Group merayakan ekspor ke 16 miliar batang rokok Selasa (17/8). Perayaan ini dihadiri langsung oleh Presiden Komisaris Independen Bentoel Group, H. Hendro Martowardojo. Perayaan ini ditandai keberangkatan dua kontainer membawa rokok dari Bentoel Group menuju pelabuhan Tanjung Perak. Produk yang diekspor tersebut adalah karya Arek-Arek Malang.
Sebelum kontainer diberangkatkan, pihak Bentoel Group melakukan tradisi pemecahan kendi. Yang dilakukan oleh Presiden Komisaris Independen Bentoel Group, Hendro Martowardojo,  Director Legal and External Fair Bentoel Group Francisca Hutahaean,  Head Of Regional Operation British American Tobacco (BAT) Lance Mucello,  Operation Director Bentoel Group Martin Guest,  Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, Kepala Kantor Wilayah DJP Jatim III dan Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai DJBC Jatim II.
Kepada wartawan Hendro Martowardojo mengatakan, dua kontainer yang diberangkatkan tersebut membawa sekitar 35,6 juta batang rokok, yang dikirim ke Hongkong. Hendro menjelaskan jika, sejak tahun 2016 Bentoel Group melakukan ekspor rokok ke 19 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Di antaranya  Malaysia, Taiwan, Singapura, Hong Kong, dan Kamboja.
"Ekspor hari ini yang ke 16 milyar batang sejak tahun 2016 lalu," katanya.
Hendro mengatakan, ekspor yang dilakukan ini sebagai wujud komitmen perusahaannya dalam mendukung program ekspor pemerintah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
"Melalui kegiatan ekspor, perusahaan ikut berkontribusi untuk meningkatkan neraca ekspor dan mendatangkan devisa bagi negara Indonesia," tambahnya.
Dia juga mengatakan, Bentoel Group akan terus melanjutkan program-program untuk mendukung peningkatan ekspor. Program yang pada akhirnya membantu pemerintah dalam mencapai target ekspor dan meningkatkan pendapatan negara.
Bentoel Group ditambahkan Hendro, juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh pemerintah. Dan berharap banyak atas kebijakan-kebijakan yang terkait industri tembakau, termasuk kebijakan mengenai ekspor, baik yang akan diterbitkan tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Harapannya kebijakan itu dapat lebih mendukung pertumbuhan dan persaingan usaha yang sehat di kalangan pelaku usaha. Sehingga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi sosial.
"Target kami tahun ini untuk ekspor adalah 7 miliar batang. Sampai dengan hari ini, kami sudah mengekspor 3,8 M batang," ucapnya.
Dari data tersebut, Hendro pun yakin sampai dengan akhir tahun nanti target 7 miliar batang tersebut dapat tercapai, bahkan lebih. Dia juga menjelaskan, dari 7 miliar batang tersebut, ekspor tertinggi adalah ke negara Malaysia. Yaitu mencapai 5 Miliar batang.
"Ekspor paling tinggi lainnya adalah ke Kamboja, Taiwan, Hongkong dan Dubai," ucapnya.
Dan yang membuat Hendro bangga adalah, produk Bentoel Group yang diekspor merupakan karya Arek-Arek Malang. Dia menjelaskan, jika sejak tahun 2013 hingga tahun 2018, perusahaannya telah berinvestasi sebesar Rp 5 triliun melalui pengadaan mesin-mesin produksi dan berbagai aset tetap. Pada tahun 2018 perusahaannya berinvestasi pada pembangunan pabrik Dried Ice Expanded Tobacco (DIET) di Malang dengan total investasi Rp 293 Miliar.
Dia pun mengatakan, pabrik DIET yang dibangun di Malang ini salah satu dari tiga pabrik DIET milik BAT  di dunia, selain Jerman dan Inggris. Keberadaan pabrik ini pun membawa nama Malang mendunia. Apalagi pabrik yang terletak di Randuagung tersebut adalah satu-satunya di Asia Pasifik.
" Mengusung Semangat Made In Bentoel dan From Malang To The World, kehadiran pabrik ini turut membawa nama Malang mendunia," katanya.
Dia juga mengatakan Bentoel Group selalu mendidik tenaga operator dengan baik.
“Mereka (Arek-arek Malang, Red) bisa mengoperasionalkan mesin-mesin canggih secara profesional. Ada 128 negara dengan pabrik terbakk. Kita (Bentoel Group) salah satunya," urainya.
Sementara untuk bahan utama, Hendro mengatakan untuk pangsa rokok domestik, pihaknya menggunakan 90 persen tembakau dari lokal. Sedangkan untuk produk yang diekspor, Bentoel Group juga menggunakan tembakau impor dari beberapa negara. Tembakau lokal merupakan komitmen  untuk mensejahterakan petani tembakau.
Sementara itu tidak hanya memberangkatkan dua kontainer, Hendro juga mengajak para tamu undangan  keliling pabrik, untuk  melihat proses  produksi rokok dari Bentoel Group. Saat  keliling, para tamu undangan wajib menggunakan peralatan pengamanan. Termasuk sepatu.
Sementara itu Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, menberikan apresiasi kepada Bentoel Group yang kosisten melakukan ekspor. Apalagi negara yang dituju juga terus bertambah. Dia pun tidak menampik jika ekspor dilakukan untuk menikatkan neraca ekpor, serta membantu meningkatkan devisa negara. Dia pun berharap ekspor tersebut terus dilakukan.
Perayaan Ekspor ke 16 miliar batang yang digelar di Pabrik PT Bini ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan. Dan kegiatan ini juga dihibur dengan tari beskalan. Bahkan para penari inilah yang menjemput pejabat menuju kontainer untuk melakukan tradisi pemecahan kendi.(ira/ary)



Loading...