MalangPost - Penumpang Kereta Wajib Face Shield

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Penumpang Kereta Wajib Face Shield

Kamis, 04 Jun 2020, Dibaca : 1209 Kali

MALANG - Protokol kesehatan menuju New Normal mulai diberlakukan di moda transportasi umum. Salah satunya kereta api (KA). Seluruh stasiun KA di Malang pun menerapkan sesuai aturan yang telah ditentukan. Salah satunya mewajibkan penumpang mengenakan masker dan face shield.


Hal ini disampaikan Manejer Humas PT KAI Daop 8 Suprapto. Ia menjelaskan PT KAI sudah menyiapkan skema protokol kesehatan yang bakal diterapkan di seluruh stasiun-stasiun keretapi di wilayah Daop 8, termasuk Malang.
“Pedoman ini dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar Covid-19 pada masa New Normal,” ujarnya.


Protokol tersebut di antaranya mulai dari pemesanan tiket KA hanya dapat dilakukan secara online melalui aplikasi KAI Access atau channel eskternal lainnya. Loket di stasiun hanya melayani pembelian go show (tiga jam sebelum KA berangkat).
Pada proses boarding, penumpang harus menunjukkan tiket dan identitas kepada petugas. Jika sudah diperiksa, maka penumpang melakukan scan tiket secara mandiri.


Kemudian  penumpang KA wajibbermasker di area stasiun dan di kereta api dengan suhu badan kurang dari 37,3 derajat celcius. “Lalu bagi penumpang KA Jarak Jauh, ketika berada di dalam kereta akan diberikan face shield yang disediakan PT KAI dan wajib dipakai selama perjalanan hingga sampai stasiun tujuan,” tegas Suprapto. Face shield tersebut bahkan wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.


Untuk menjamin kebersihan selama perjalanan, petugas  rutin membersihkan objek-objek yang sering terpegang tangan setiap 30 menit sekali secara bergantian.  Objek seperti pegangan pintu, pengunci pintu, keran air, tombol flush toilet, sandaran tangan, meja lipat, dan lainnya dibersihkan menggunakan pembersih yang mengandung disinfektan.
Suprapto  mengatakan, dalam melayani pelanggan pada era New Normal, petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield. Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta.


Di samping itu, KAI juga tetap membersihkan kereta dan fasilitas stasiun secara rutin menggunakan bahan pembersih yang mengandung disinfektan. Fasilitas higienitas berupa wastafel portabel dan hand sanitizer juga disediakan di titik-titik yang mudah dijangkau oleh penumpang.
Diimbau pula kepada para penumpang untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, melakukan cuci tangan, membawa hand sanitizer pribadi dan menjaga kesehatan. Selain itu melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta tidak ragu melapor kepada petugas jika tiba-tiba merasa tidak sehat.
“Selain angkutan penumpang, KAI juga menerapkan pedoman New Normal untuk angkutan barang,” terang Suprapto.


Seperti physical distancing di loket pelayanan barang, penyediaan wastafel portabel dan hand sanitizer, menjaga kebersihan fasilitas  angkutan barang, memeriksa barang-barang yang akan diangkut secara mendetail. Serta mewaspadai setiap kiriman hewan dan atau kiriman lain yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Sementara itu di Stasiun KA Kotabaru, protokol kesehatan sudah diberlakukan sebelum PSBB. Salah satunya mewajibkan penumpang memakai masker, menyediakan hand sanitizer dan menyiapkan pos kesehatan.


Supervisor Perjalanan Kereta Api dan Administrasi Stasiun Malang Kota Baru, Cahyo Santoso, mengungkapkan handsanitizer dapat digunakan oleh penumpang kereta ekonomi maupun kereta eksekutif yang akan masuk kereta.
"Handsanitizer diletakkan di pintu masuk sehingga setiap penumpang yang akan masuk kereta bisa menggunakan handsanitizer tersebut," paparnya.


Selain itu, disediakan pos kesehatan untuk para penumpang yang merasa tak enak badan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Di pos kesehatan itu, juga dilengkapi dengan fasilitas obat-obatan, tensimeter maupun tabung oksigen.
“Di situ, juga terdapat petugas penjaga yang terbagi dalam tiga shift selama 24 jam,” pungkasnya. Di Stasiun Kotabaru sendiri KA yang masih berjalan hanya ada dua, yakni KA Tumapel dan KA Penataran saja. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina