Penipu Seleksi CPNS Raup Rp 600 Juta

Sabtu, 19 Oktober 2019

Kamis, 05 Sep 2019, dibaca : 1368 , bagus, keridianto

Dua tersangka penipuan seleksi CPNS Damako Siada (kanan) dan Moh. Kharis Slamet Waluyo (kiri) berhasil diamankan Polres Batu berserta barang bukti kejahatan, Kamis (5/9) siang, kemarin.


Pensiunan Bagian Kesra Pemkot Batu Ikut Jadi Korban
BATU-Sebanyak 20 orang termasuk di antaranya lima warga Kota Batu, menjadi korban penipuan jalur cepat Seleksi CPNS. Dua penipunya adalah warga Sukun Kota Malang dan Areng-Areng Kecamatan Junrejo Kota Batu. Pelaku berkedok sebagai anak buah pejabat Kantor Regional II BKN Sidoarjo dan Kemendagri. (Baca grafis, Red)
Pelaku mencatut nama Budi Yuwono yang bekerja di kantor Regional II BKN Sidoarjo. Bahkan berpura-pura sebagai ahli IT yang sering dimintai tolong oleh Polda dalam melacak nomor telepon. Mereka mengklaim kenal pejabat Eselon II di Kemendagri Jakarta bernama Rudi Wiroharjo yang bisa membantu meluluskan tes seleksi CPNS.
Dua tersangka atas nama Damako Siada (35) warga Jalan Martorejo, Areng-Areng RT 07 RW 02 Kel. Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu dan Moh. Kharis Slamet Waluyo (33) asal Jalan Terusan Tanjung Putra Yudha V a/51 RT 02 RW 13 Kel. Tanjungrejo, Kec. Sukun, Kota Malang. Uniknya penipuan ini juga melibatkan pensiunan PNS Pemkot Batu bernama Muhadip alias Hadi terjadi mulai tahun 2014, 2015, 2018 dan 2019.
Tersangka meminta nama peserta, formasi (posisi.red) yang diikuti, nomor pendaftaran agar bisa diloloskan. Namun ada biaya operasional yang harus dibayar untuk memuluskan jalan menjadi CPNS. Para korban dimintai duit Rp 10 juta – Rp 30 juta per orang. Muhadip yang pensiunan Bagian Kesra ini yang diajak kerjasama sebagai perantara.
Hadi, pensiunan PNS Pemkot Batu ini diketahui kenal dengan tersangka dari bisnis ternak burung kenari di rumah tersangka Damako Siada (35) Jalan Martorejo, Areng-Areng RT 07 RW 02 Kel. Dadaprejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. 
Perkenalan tersebut terjadi sejak tahun 2014. Di hadapan Hadi tersangka berpura-pura sebagai ahli IT yang sering dimintai tolong oleh Polda dalam melacak nomor telepon. Serta mengaku mempunyai kenalan pejabat Eselon II di Kemendagri Jakarta bernama Rudi Wiroharjo yang bisa membantu meluluskan tes seleksi CPNS.
Dari situlah kemudian tersangka memanfaatkan Hadi untuk mencarikan orang yang bisa dimasukkan sebagai PNS. Namun Hadi disini sebagai korban yang diperdayai tersangka. Setelah mendapat mangsa, komunikasi lebih lanjut dilakukan melalui telepon oleh tersangka yang mengaku sebagai Hadi dengan cara mengganti suara. Sehingga ketika para korban tidak lolos mereka kecewa dan mengejar Hadi. Pensiunan ini diminta mengembalikan dana korban sebanyak Rp 600 juta.
"Penangkapan dua tersangka penipuan setelah adanya laporan dari salah satu warga Kota Batu yang dijadikan sebagai perantara. Korban tersebut atas nama Muhadip atau Pak Hadi asal Jalan Pattimura, Gg VII RT 4 RW 7, Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu yang kenal melalui bisnis kenari sejak tahun 2014," ujar Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi  kepada Malang Post, kemarin.
Setelah Hadi melapor, Polisi kemudian melakukan penangkapan tersangka pada tanggal 16 Agusutus 2019. Hadi melapor karena ia terlanjur mengganti uang para korban. Dengan harapan para tersangka bisa mengembalikannya. 
"Karena cemas itulah pak Hadi mengembalikan uang korban. Namun korban tak mau mengganti uang yang diganti pak Hadi. Sehingga pak Hadi melaporkan dua korban ke Polres Batu," terangnya. 
Selain memanfaatkan Hadi, tersangka atas nama M. Kharis Slamet Waluyo alias Zen, sebagai bawahan Damako, disuruh mengaku sebagai bawahan dari Budi Yuwono yang bekerja di kantor Regional II BKN Sidoarjo untuk menyakinkan para korban.
Sementara itu, otak pelaku penipuan, Damako Siada alias Levin alias Rudi Wiroharjo berperan menjadi beberapa karakter. Mulai dari Ahli IT yang sering dimintai tolong oleh Polda dalam melacak nomor telepon. Serta mengaku mempunyai kenalan pejabat Eselon II di Kemendagri Jakarta bernama Rudi Wiroharjo yang bisa membantu meluluskan tes seleksi CPNS. Bahkan ia juga bisa menirukan suara Hadi.
Tersangka sempat mencontohkan keahliannya mengubah suara di hadapan wartawan. Ia bisa bersuara tegas dengan nada tinggi layaknya seorang pejabat. "Benar ini dengan bapak A. Saya Rudi Wiroharjo dari Eselon II di Kemendagri Jakarta," ujarnya mencontohkan aksinya. 
Ia bahkan membeli nomor berbeda dan dibagikan kepada para korban sesuai dengan karakter rekaannya. Saat ditanya alasan apa yang melatari tindak kejahatan penipuan, ia mengatakan karena kondisi ekonomi. "Saya melakukan penipuan karena kondisi ekonomi," jawabnya singkat.
Untuk bukti kejahatan, Polisi berhasil mengamankan buku tabungan yang mengatas namakan orang lain untuk transaksi, ATM, HP, dan dua motor matic hasil pembelian dari uang kejahatan.
Akibat dari perbuatan tersangka, Damako Siada dan Moh. Kharis Slamet Waluyo dijerat dengan Pasal 378 KUHP J0. 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. 64 ayat (1) KUHP tentang penipuan. Dengan jeratan pidana maksimal empat tahun penjara.(eri/ary)
 



Kamis, 10 Okt 2019

Ngaku Buser, Rampas HP

Loading...

  Follow Us