MalangPost - PENGUSAHA KARAOKE MENJERIT

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

PENGUSAHA KARAOKE MENJERIT

Kamis, 30 Jul 2020, Dibaca : 1182 Kali

Semua menjerit ini mas, hampir 4 bulan tutup. Bahkan, per bulan Juni ini kami juga tidak bisa menggaji karyawan.

Itulah keluhan Roberthus Dharma Surya, General Affair Usaha Karaoke Doremi Grup, dengan wajah sedih ketika Malang Post menemui dia di rumahnya di Perumahan Sawojajar.

“Entah berapa banyak pekerja tempat karaoke dan hiburan malam di Malang Raya yang kehidupannya terancam akibat pandemi Covid-19. Empat bulan lebih mereka menganggur sebagai dampak dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ujar Robert, Selasa (28/7). 

Memang ada angin segar, khususnya di Kota Batu bahwa tempat karaoke dan hiburan malam siap dibuka. Namun, untuk Kota Malang dan Kabupaten Malang belum ada lampu hijau.

 

Para pengusaha tempat karaoke dan hiburan malam di Malang Raya sangat berharap usaha mereka bisanya segera buka. Karena, total karyawan pada usaha ini di Malang Raya yang terdampak kurang lebih 700 orang.

 

Robert mengungkapkan bahwa usahanya tergabung dalam Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang Raya. Robert menjelaskan, apabila Doremi grup di Kota Malang intinya siap buka dengan melakukan protokol kesehatan sama halnya yangg sudah diterapkan di Kota Batu.

 

Protokol kesehatan itu mulai penyediaan tempat cuci tangan di beberapa lokasi, hand sanitizer, masker bagi tamu yangg tidak membawa, masker dan face shiled buat staf, pengukur suhu dan ruang isolasi, penyemprotan rutin cairan desintekran pada waktu buka dan tutup.

 

“Pastinya kami juga akan melakukan rapid test mandiri, dan selalu berkoordinasi dengan puskesmas atau dinas kesehatan (dinkes),” paparnya.

 

Ditanya harapannya ke depan, Robert berharap ada bantuan pemerinta. Karena sampai detik ini, perusahaannya benar benar kesusahan. Begitu masuk pada fase bulan Juni, ungkap Robert, para pekerjanya tidak dapat uang sama sekali. Dengan kondisi saat ini, semua pasti menjerit. Doremi sendiri mempunyai kurang lebih 60 karyawan.

 

"Kasian teman-teman. Bayaran yang lalu saja hanya bisa buat makan. Karena itu, kami butuh kepastian dari Pemkot Malang kapan karaoke dan tempat hiburan malam diizinkan buka kembali,” kata Robert.

Menurut Robert, proposal Perkahima tentang permohonan agar usaha karaoke dan tempat hiburan malam bisa dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan juga sudah diserahkan ke pemkot dan intansi terkait lainnya.

 

“Kami juga takut akan adanya Covid-19, mangkanya sebisa mungkin semua protokol yang berlaku pasti kami terapkan. Kami buka bukan dengan asal buka. Kami bekerja juga bukan asal bekerja, tetapi semua prosedur pasti diterapkan di dalamnya,” ujar Robert.

Editor : ekn
Penulis : roz ann