Pengungsi Pulang ke Rumah | Malang Post

Rabu, 29 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 23 Okt 2019,

BATU - Seluruh pengungsi bencana angin Sumberbrantas, pulang ke rumah masing-masing, Selasa sore (22/10). Pemulangan dilakukan setelah banyak pengungsi yang sudah ingin kembali ke rumah. Situasi ini didukung dengan kondisi stabil di kawasan Sumberbrantas Kota Batu yang sempat menjadi desa mati karena warganya mengungsi.
“Memang sudah banyak warga yang ingin pulang ke rumah masing-masing, sudah kangen keluarga. Pemerintah Kota Batu mengakomodasi itu, tapi juga mempertimbangkan faktor kondusifnya cuaca di Sumberbrantas,” urai Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Heli Suyanto kepada Malang Post, di Balai Desa Sumberbrantas.
Sore hari, banyak pengungsi dinaikkan ke atas kendaraan dari TNI, Polri, BPBD, serta para relawan. Dari pantauan Malang Post, seluruh pos pengungsian sudah kosong sejak pukul 17.00 WIB. Termasuk, pos Balai Desa Punten yang menjadi titik utama pengungsian bencana angin.
Ratna, 32 tahun, pengungsi di Pos Punten, mengaku senang bisa kembali ke rumah setelah beberapa hari mengungsi di balai desa. Dia senang karena sudah kangen rumah.
“Bagaimanapun kan lebih nyaman di rumah sendiri dan kumpul dengan keluarga,” tandasnya.
Kendati demikian, Ratna tidak akan pernah melupakan betapa ngerinya angin kencang yang melanda Desa Sumberbrantas dan sekitarnya. Dia merasa seperti akan dijemput maut karena angin kencang pertama terjadi saat malam hari, tepatnya Sabtu pukul 23.30 WIB.
“Ya kami sekeluarga takut setengah mati, nggak berani keluar rumah saat mendengar suara gemuruh kayak begitu,” ujarnya.
Karena itu, dia berharap dan berdoa agar cuaca bisa kembali normal lagi. Dia juga berharap hujan bisa datang dan membersihkan debu-debu di kawasan Sumberbrantas.
Pabung Kodim 0818 Malang-Batu, Mayor Arm Khairul Effendi, mengungkapkan, di Punten ada 180 pengungsi yang dipulangkan ke rumahnya di Sumberbrantas. Pemulangan juga dilakukan di seluruh posko yang tersebar di empat titik Bumiaji.
“Yang paling lambat dipulangkan, mungkin adalah yang di rumah dinas Wali Kota Batu. Karena, di sana hanya ada anak-anak dan lansia. Kondisi di Sumberbrantas masih berdebu juga kan, kasihan nanti,” sambung mantan Pasi Intel Kodim 0833 Kota Malang ini.
Terpisah, Letkol Czi Dendi Rahmat Subekti memimpin anggota Yonzipur 10 Pasuruan Divif 2 Kostrad, untuk melakukan perbaikan di Sumberbrantas. Anggota TNI, menyasar fasilitas umum sebagai bangunan prioritas yang diperbaiki.
Hal ini sesuai dengan arahan Pangdivif 2 Kostrad, serta Gubernur Jatim yang menginginkan bangunan publik diselesaikan terlebih dahulu. “Sesuai arahan panglima, kami menyasar fasilitas umum, yakni sekolah. Rumah warga memang mendesak, tapi sekolah lebih mendesak karena ini fasilitas umum,” papar Dendi kepada wartawan, saat perbaikan di SDN Tulungrejo 3 Sumberbrantas, Selasa siang.
Dari pantauan Malang Post, kerusakan utama SDN Tulungrejo 3, adalah atap bangunan yang rusak. Para anggota TNI, naik ke atas bangunan dengan bantuan crane alat berat TNI. Setelah itu, para prajurit, memasang satu demi satu genteng atap sekolah.
Di dalam kelas, para prajurit, bersama guru SDN Tulungrejo 3, juga membersihkan debu yang menebal di perabotan dan lantai kelas. Selain menangani SDN Tulungrejo 3, para prajurit TNI juga membantu perbaikan SMPN 5 Batu. Kepala SMPN 5 Batu, Suprapto Rasid mengungkapkan, SMPN 5 Batu mengalami beberapa jenis kerusakan.

   Baca Juga : Unisma Persembahkan Buku Acuan untuk PTNU
“Pertama, cukup banyak genteng atap yang melorot, jendela kelas juga pecah karena tiupan angin. Selain itu, ada satu gedung yang biasa dipakai kelas 7, ambrol bagian plafonnya sehingga tak bisa digunakan. Green house juga rusak karena terlempar 50 meter dari lokasi awal,” terang Prapto kepada Malang Post di SMPN 5 Batu, Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas.
Saat ini, ada 150 siswa yang masih belum bisa menjalankan aktivitas belajar mengajar karena sedang berada di pengungsian. Lantai dua ruang kelas 7 yang ambrol, tidak akan bisa dipakai sampai ada perbaikan plafon. Sehingga, ruang yang akan dipakai kegiatan belajar mengajar, hanyalah ruang lantai 1.
“Kami akan pakai perpustakaan sebagai ruang kelas sementara. Di SMP kami ada dua kelas 7, dua kelas 8 dan dua kelas 9. Sekarang kami mencicil bersih-bersih, nanti akan ada kerja bakti bersama untuk membersihkan total sekolah,” terang Prapto.
Dari pantauan Malang Post di Dusun Lemah Putih Sumberbrantas Selasa siang, kegiatan bersih-bersih tak hanya terjadi di SD dan SMP. Warga secara mandiri, mulai mengeluarkan barang-barang dan perabotan rumahnya untuk dibersihkan dari debu yang tebal.
Meski demikian, keterbatasan air membuat warga hemat dalam melakukan pembersihan. Damkar Kota Batu masih menyuplai secara manual air ke kawasan Dusun Lemah Putih yang tak memiliki jaringan air.
“Kami kirim manual, ini ada 4.000 liter air kapasitas total, dikirim untuk warga,” ujar salah satu petugas Damkar Kota Batu yang mengirimkan air bersih.(fin/ary)

Editor : bagus
Penulis : kris






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...