Penggelapan Mobil, Pelaku Terancam Empat Tahun Penjara | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 27 Jan 2020,

MALANG – Fauzi Ahmad, 30 tahun, warga Jalan Ikan Hiu, Tunjungsekar, Lowokwaru Kota Malang, bakal menghadapi masalah hukum serius. Soalnya, setelah dia tertangkap Unit Reskrim Polsek Wonosari, penyidik langsung menjeratnya dengan pasal penipuan penggelapan, 378 KUHP.
“Tersangka diancam dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan penggelapan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonosari, Ipda Yoni Pribadi kepada Malang Post. Menurut Yoni, ancaman hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan kepada Fauzi, tergantung putusan hakim maksimal empat tahun penjara.
Saat ini, proses hukum yang sedang berlangsung adalah penyidikan. Proses pemeriksaan intensif Fauzi sebagai tersangka terus dilakukan sekaligus pengumpulan data dan keterangan sebelum pelimpahan kasus ini kepada Kejaksaan Negeri Kepanjen. Yoni mengungkapkan, sampai saat ini, baru satu korban yang melapor.
Sehingga, saksi kunci dalam kasus yang menjerat Fauzi, adalah satu orang korbannya, Agus Purwanto, 38 tahun, warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. “Sementara saksi korbannya satu,” ujar mantan Kanitreskrim Polsek Ngajum itu. Seperti diketahui dalam pemberitaan Malang Post sebelumnya, Fauzi Ahmad dibekuk Unit Reskrim Polsek Ngajum.
Dia ditangkap pada Kamis (23/1) lalu, karena disinyalir melakukan penipuan penggelapan sebuah mobil Daihatsu Xenia, N 892 FZ. Korbannya, adalah Agus Purwantor. Modus yang dipakai adalah menyewa kendaraan tersebut selama tiga hari, dengan akad sewa sebesar Rp 200 ribu per hari.
Karena sudah mengenal tersangka, korban mau-mau saja menyewakan mobil tersebut. Hanya saja, saat jatuh tempo, mobil tersebut tidak kembali. Ketika dihubungi oleh korban, tersangka beralasan ingin menambah waktu sewa. Pada jatuh tempo yang kedua, yaitu 20 Desember 2019, tersangka menghilang.
Diketahui, mobil itu digadaikan kepada orang lain di Situbondo seharga Rp 25 juta. Uangnya, habis untuk bayar utang dan foya-foya. Yoni menambahkan, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap orang yang ingin melakukan perjanjian sewa mobil. Bahkan terhadap orang yang dianggap sudah kenal. Supaya, kasus seperti ini tak terulang lagi. (fin/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Fino Yudistira



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...