Pengeroyokan di Selamatan Desa, Gara-gara salah paham | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 29 Sep 2019, dibaca : 1887 , halim, agung

MALANG – Gara-gara salah paham, Ngaturi alias Dober harus meringkuk dalam penjara. Warga Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo ini, Sabtu (28/9) lalu ditangkap petugas Polsek Poncokusumo. Tersangka dibekuk karena kasus pengeroyokan. Korbannya adalah Burhanudin, 33, warga Dusun Tondoasri Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo. Sementara para pelaku lainnya, masih melarikan diri.
"Masih ada beberapa pelaku yang buron. Identitas mereka sudah kami kantongi, tinggal mencari keberadaannya," jelas Kanitreskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto.
Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Sabtu (21/9) lalu sekitar pukul 14.00. Ceritanya siang itu, korban mendatangi acara selamatan Desa Pajaran. Korban datang dengan membawa tumpeng sebagai syarat mengikuti selamatan desa.
Sesampainya di lokasi, atas petunjuk panitia korban langsung menyerahkan tumpeng di tempat yang sudah disediakan. Kemudian ketika acara perebutan tumpeng hendak dimulai, tiba-tiba Tia, anak tersangka berlarian merusak tumpeng milik korban.
Mengetahui itu, Jainul, adik korban menegur. Mungkin karena tidak terima, akhirnya Tia dan Jainul berkelahi. Melihat kejadian itu, korban segera melerai keduanya. Namun upaya korban melerai, justru membuat tersangka emosi. Bersama dengan tujuh orang lainnya, tersangka langsung mendatangi korban. Selanjutnya tanpa banyak bicara mengeroyok korban dengan cara memukul dan menendang tubuh korban.
Pengeroyokan baru berhenti setelah warga datang melerai. Tersangka Dober serta pelaku lainnya langsung pergi. Sementara korban yang tidak terima memilih melaporkan ke Polsek Poncokusumo.
Atas laporan korban itulah, akhirnya polisi mencari keberadaan tersangka dan berhasil menangkap Ngaturi alias Dober. Sedangkan pelaku lainnya masih buron. "Ketika melakukan pengeroyokan terhadap korban, tersangka ini juga diketahui membawa senjata tajam," ungkap Andik.
Akibat pengeroyokan tersebut, tersangka Dober dijerat dengan pasal 170 KUHP.  Ancaman hukumannya di atas tujuh tahun kurungan penjara.(agp/lim)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...