MalangPost - Pengamanan Bandara Kembali Diperketat

Selasa, 14 Juli 2020

  Mengikuti :

Pengamanan Bandara Kembali Diperketat

Minggu, 22 Sep 2019, Dibaca : 8379 Kali

HONGKONG - stasiun kereta api utama yang melayani bandara Hongkong masih dijaga aparat keamanan. Mereka disiagakan untuk menghalau massa pro demokrasi yang rencananya kembali berunjuk rasa.
Ini merupakan lanjutan dari protes berujung ricuh pada Sabtu (21/9) September lalu.  Apalagi
secara terpisah, ratusan demonstran pro demokrasi telah berkumpul di New Town Plaza, pusat perbelanjaan di New Territories, Sha Tin. Mereka  bakal berpartisipasi dalam protes lanjutan.
Untuk diketahui, akhir pekan kemarin sempat terjadi unjuk rasa yang berujung ricuh. Bentrokan terjadi antara massa pro demokrasi dengan polisi dan pendukung China.
Para pengunjuk rasa telah menargetkan bandara sebelumnya. Yakni menduduki aula kedatangan, menghalangi koridor, dan memblokade jalan di kota terdekat bandara di Tung Chung.
Mengantisipasi kejadian berulang, otoritas mewajibkan agar kereta akses bandara hanya boleh dinaiki oleh penumpang pemilik tiket penerbangan. Mereka juga menutup stasiun kereta bandara Kowloon yang berdekatan dengan syahbandar udara. Selain itu menganjurkan calon penumpang berangkat dari stasiun tengah kota Hongkong.
 "Ada seruan online (di kalangan demonstran) untuk menggunakan boarding pass palsu, tiket pesawat palsu atau informasi pemesanan penerbangan palsu untuk memasuki gedung terminal," kata Otoritas Bandara Hongkong dalam sebuah pernyataannya.
Sementara itu, Pemerintah Hongkong mengumumkan pertengahan pekan ini bahwa Kepala Eksekutif Carrie Lam dan beberapa pejabat utamanya akan menggelar dialog publik pada Kamis (26/9). Ini sebagai upaya untuk meredakan ketegangan yang terjadi di wilayah administratif khusus China tersebut.(lip/van)

Jejak Israel di Pemberontak Suriah//
DAMASKUS - Militer Suriah menemukan bukti keterlibatan Israel dalam konflik di wilayah mereka. Meski secara resmi mengklaim netral, Israel ternyata telah membantu kelompok pemberontak.
Pemerintah Suriah mengumumkan penemuan senjata, amunisi, obat dan dan kendaraan produksi Israel di Desa Briqah, Quneitra. Perlengkapan militer itu ditinggalkan pemberontak saat Tentara Arab Suriah membebaskan wilayah tersebut.
Kantor Berita SANA melaporkan, senjata yang ditemukan meluputi ranjau darat, peluru rpg, amunisi tank, bom, alat komunikasi satelit. Selain itu, ada juga bahan makanan, obat, dan mobil dari Israel.
Tentara Arab Suriah juga menemukan banyak dokumen terkait kelompok relawan Helm Putih di lokasi tersebut. Seperti diketahui, rezim Presiden Bashar al-Assad telah lama menuding kelompok Helm Putih bagian dari pemberontak, bukan relawan kemanusiaan. (jpg/van)  

Editor : vandri
Penulis : jpg




Copyright © 2020 - Malang Post | Portal Berita Malang Raya
Jln. Raya Sawojajar Kota Malang - email: redaksi@malang-post.com, Telp: (0341) 723444,