Penembakan di Thailand 29 Tewas, Tidak Ada Korban WNI

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Penembakan di Thailand 29 Tewas, Tidak Ada Korban WNI

Selasa, 11 Feb 2020, Dibaca : 3345 Kali

THAILAND - Penembakan yang terjadi di pusat perbelanjaan Korat, Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand sejak Sabtu (8/2) sampai Minggu (9/2) menewaskan 29 orang, termasuk pelaku yang merupakan seorang tentara, Serma Jakraphanth Thomma. Dilaporkan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. "Tidak ada yang (WNI) menjadi korban," kata staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Rohma, Senin (10/2).

Seperti dilansir Associated Press, sebanyak 57 orang dilaporkan luka luka dalam kejadian yang berlangsung selama 16 jam. Pemicu kejadian itu diduga adalah sengketa bisnis antara Jakraphanth dan atasannya, Kolonel Anantarote Krasae.

Seorang saksi mata yang berada di mal sebelum serangan itu terjadi mengungkapkan kepada AFP, pusat perbelanjaan saat itu penuh dengan pengunjung. Pelaku sempat mengunggah foto dan tulisannya di halaman Facebook-nya ketika serangan itu berlangsung. "Haruskah saya menyerah?" tulis dia, "Tidak ada yang bisa lolos dari kematian," sambung pelaku lagi.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (10/2), insiden itu bermula saat Jakraphanth dan sang atasan Kolonel Anantarote Krasae terlibat cekcok diduga terkait masalah sengketa lahan atau rumah pada Sabtu sore.

Dia lantas menembak mati atasannya yang merupakan komandan Batalion Amunisi 22, serta mertua korban yang berusia 63 tahun. Jakraphanth lantas menembak seseorang lagi di rumah sang atasan, tetapi korban selamat. Dia lantas pergi ke barak dan mencuri sejumlah senjata dan amunisi.

Diduga karena amarah yang memuncak, Jakraphanth menembak tigak serdadu yang memergokinya mengambil senjata. Dia kemudian mencuri kendaraan dinas dan melaju menuju mal Terminal 21.

Dalam perjalanan, Jakraphanth juga menembak dua polisi dan dua pejalan kaki di dekat kuil Buddha setempat. Pada pukul 18.00, Jakraphanth tiba di pusat perbelanjaan tersebut.

Dia turun dari kendaraan dan melepaskan tembakan secara acak. Peluru yang dilepaskan mengenai pejalan kaki, pengemudi mobil dan sepeda motor.

Sebuah tangki penampung gas di mal tersebut meledak diduga akibat terkena peluru yang dilepaskan Jakraphanth. Saat beraksi, Jakraphanth masih sempat mengunggah rekaman dan pernyataan melalui akun media sosial Facebook. Di dalam rekaman itu terlihat dia mengenakan pakaian dinas lapangan dan helm tempur.

Pengunjung mal panik dan berhamburan. Namun, Jakraphanth masuk ke dalam bangunan dan kembali melepaskan tembakan ke segala arah. Satu jam kemudian satuan spesial polisi dan pasukan khusus Angkatan Bersenjata Thailand tiba di lokasi.

Polisi mendatangkan ibu Jakraphanth, berharap bisa membujuk anaknya untuk menghentikan aksinya dan menyerah. Namun, hal itu tidak mempan. Jakraphanth terus melepaskan tembakan dan bersembunyi di dalam mal. Aparat merangsek masuk untuk mengevakuasi para pengunjung yang terjebak.

Sesekali terdengar suara letusan senjata sepanjang malam. Hingga Minggu dini hari, polisi dan pasukan khusus Thailand mengepung bangunan tersebut. Aksi baku tembak terus terjadi hingga Minggu pagi. Pada pukul 09.30, operasi dihentikan dan aparat menyatakan mereka terpaksa menembak mati Jakraphanth. (cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : cni