Penelitian Potensi Wisata Tiga Pantai Kabupaten Malang, Kadisparbud Ujian Terbuka Doktor | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 672 , bagus, ira

MALANG - Hari ini menjadi hari penting bagi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara. Ia akan melaksanakan ujian terbuka untuk gelar doktor di Universitas Merdeka (Unmer) Malang.
”Saya masuk S3 sejak tahun 2012 lalu. Besok (hari ini) bisa ujian terbuka,’’ katanya dengan nada bangga. Ujian terbuka ini sendiri akan digelar mulai pukul 12.00 WIB, dan rencananya akan dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Malang, H. M. Sanusi serta Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. Didik Budi Moeljono, pengurus dan anggota PHRI, pelaku wisata di Kabupaten Malang dan teman juga koleganya.
Kepada Malang Post, Made mengatakan ujian terbuka yang akan diikutinya ini dia membawakan disertasi dengan judul Persepsi Masyarakat Terhadap Wisata Pantai. Di mana dalam disertasinya dia menuliskan dengan detail tentang potensi wisata pantai di wilayah Kabupaten Malang.
”Saya sengaja mengambil judul wisata pantai, karena Kabupaten Malang memiliki banyak pantai yang memiliki potensi luar biasa,’’ akunya.
Made mengatakan jika sebelumnya, pantai di Kabupaten Malang memiliki image negatif. Selain kerap menjadi tempat mistis, ombak besar di pantai di kawasan Kabupaten Malang juga membuat orang takut datang. Namun itu dimentahkan melalui disertasinya. Disertasi setelah 211 halaman itu, Made memaparkan dengan gamblang potensi wisata di wilayah Kabupaten Malang.
”Saat dikelolah dengan baik, pantai akan terlihat indah dan bersih. Karena pengelola terus membersihkan pantai. Dan kebersihan pantai ini berimbas pada kunjungan wisata. Di mana para wisatawan akan merasakan nyaman dan aman saat bertandang di pantai. Tentu saja, kenyamanan tersebut juga berimbas pada sebuah kenangan,’’ ungkapnya.
Untuk disertasinya ini, Made mengambil kajian fenomenanya di tiga pantai di Kabupaten Malang. Yaitu Pantai Lenggoksono, Pantai Wedi Awu, dan Pantai Bolu-Bolu. Untuk menyelesaikan disertasinya, Made mengaku hampir setiap minggu dan hari libur, dia datang ke tiga pantai tersebut. Dia terjun sendiri ke masyarakat, untuk melakukan penelitian.
”Dari disertasi ini, harapannya ada penyamaan persepsi. Di mana pantai jika dikelola dengan baik, selain indah, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ katanya. Dan dengan pengelolaan yang baik, maka juga akan terjadi perubahan perilaku di masyarakat.
”Karena kalau banyak wisatawan datang, maka kesadaran masyarakat dalam menjaga pantai pun lebih tinggi. Mereka juga akan merawat pantai dengan baik,’’ tambahnya.
Tiga pantai itu dipilih sebagai kajian fenomena, karena sudah dikelola dengan baik. Dan masyarakat di pantai tersebut juga sudah merasakan manfaatnya.
”Awal tahun 2019 lalu, Pantai Wedi Awu dikelola dengan baik. Dan itu memberikan dampak kunjungan wisata yang meningkat,’’ ungkapnya.
Disinggung dengan persiapan menghadapi ujian terbuka? Made tersenyum. Dia mengatakan, jika saat ini pihaknya sedang mempersiapkan materi, fisik dan mental. Ditanya nilai? Made mengatakan ingin yang terbaik.  
”Semoga mendapatkan yang terbaik,’’ tandasnya.(ira/ary)



Loading...