Malang Post - Penculikan Anak dengan Perut Penuh Jahitan

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Penculikan Anak dengan Perut Penuh Jahitan

Selasa, 25 Feb 2020

MALANG – Beredar foto anak laki-laki meninggal dunia di media sosial. Foto tersebut cukup sadis karena bagian perutnya terlihat banyak jahitan. Pemilik akun Facebook bernama Fatma Herawati Mungkur ini yang mengunggahnya.
Dalam postingannya, ia juga memberikan keterangan. “Korban penculikan, dikira tenggelam di sungai, jadi goyang badannya. Setelah dibuka bajunya, ternyata sudah dijahit semua perutnya,” tulisnya.
Praktis, postingannya tersebut langsung menuai banyak komentar dari warganet. Tidak sedikit netizen memberikan rasa prihatin, kepada bocah malang tersebut. Banyak juga yang meminta supaya orang tua selalu waspada dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya.
Ada juga warganet yang mengatakan bahwa pelaku penculikan banyak beraksi dengan modus beragam. Seperti ada yang menyaru sebagai orang gila. Namun juga ada warganet yang menyebut bahwa informasi tentang anak dengan perut dijahit adalah korban penculikan itu hoax.
Bocah malang tersebut adalah korban tenggelam. Jahitan yang ada diperutnya merupakan jatihan post mortem, dari rumah sakit yang melakukan pemeriksaan. Informasi tersebut hoax juga dikuatkan dengan keterangan akun Instagram @turnbackhoaxid.
Dalam akun tersebut dijelaskan bahwa bocah malang tersebut bukan korban penculikan. Anak itu meninggal karena tenggelam setelah terjatuh dari rumahnya yang terletak di atas air. Jahitan di tubuh bocah tersebut merupakan jahitan post-mortem dari rumah sakit. Peristiwa itu tidak terjadi di Indonesia, melainkan di Kampung Titian, Tawau, Sabah, Malaysia.
Akun @turnbackhoaxid menyebutkan, konten tersebut merupakan konten yang salah, karena tidak sesuai dengan fakta.  Pada akun @turnbackhoaxid juga dijelaskan, bahwa itu merupakan konten salah setelah ada keterangan dari Tim Cek Fakta Tempo melakukan penelusuran di media social agar peristiwa sebenarnya dapat terungkap.
Dengan reverse image tools milik Google, Tempo menelusuri foto mayat bocah laki-laki yang viral di atas. Lewat penelusuran ini, Tempo terhubung dengan akun Twitter Mer_Maid, yang mengunggah foto tersebut pada 24 Januari 2020. Pemilik akun ini menulis di profilnya bahwa ia berasal dari Penampang, Sabah, Malaysia.
Tempo pun mendapatkan petunjuk dari beberapa komentar di unggahan akun Mer_Maid tersebut. Peristiwa itu disebut terjadi di belakang masjid Esbok, Tawau, Sabah, Malaysia. Kota ini berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Kalimantan Utara. Beberapa akun menjelaskan bahwa bocah itu bukan korban penculikan, melainkan meninggal karena tenggelam. Jahitan di tubuhnya adalah hasil bedah post-mortem dari rumah sakit.
Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Marhaeni, meminta masyarakat cerdas untuk menyikapi informasi. Terlebih saat ini banyak informasi salah beredar, dengan tujuan untuk membuat keresahan.
“Agar masyarakat atau pemilik smartphone tidak langsung percaya dengan informasi yang diterima. Alangkah baiknya untuk meng Cross Cek dulu kebenaran informasi tersebut, sebelum ikut membagikannya kepada orang lain,’’ tandasnya.(ira/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...