Pemkot Malang Segera Lakukan Operasi Pasar

Jumat, 05 Juni 2020

  Mengikuti :


Pemkot Malang Segera Lakukan Operasi Pasar

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 3078 Kali

MALANG - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam menekan melambungnya harga sejumlah kebutuhan pokok di masa pandemi Covid-19. Di antaranya dengan melakukan pembatasan pembelian komoditas tertentu seperti beras dan gula.

Pembatasan pembelian bahan pokok di antaranya beras maksimal 25 kilogram, maksimal dua kilogram untuk komoditas telur, gula dan tepung. Selain itu juga minyak goreng maksimal dua liter, mie instan sebanyak-banyaknya dua dos dan susu bayi dua kilogram ukuran 400 gram.

 

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, mengatakan, Pemkot Malang telah melakukan pembatasan pembelian bahkan Perwal tentang penjabaran APBD telah dilakukan perubahan.

"DPA sudah dan besok mulai pencairan, Insya Allah sumbangan-sumbangan keluarga terdampak Covid-19 kita tinggal kami nanti akan berembuk dengan Forkopimda bentuk sumbangannya model apa, ketika bentuk barang akan kami komunikasikan lagi," ujar Sutiaji, Senin (30/3).

 

Ia berharap bantuan kepada keluarga terdampak Covid-19 bisa diberikan secara non tunai sehingga bisa ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Selain itu, pihaknya juga berencana menggandeng perbankan.

Ditambahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto, bahwa kebijakan di tingkat lokal sudah mengeluarkan surat edaran agar pembelian jenis barang-barang tertentu ada batas maksimalnya.

"Kedua, kami juga sudah koordinasi dengan Bulog supaya melakukan operasi pasar, sedangkan di tingkat nasional kalau tidak salah akan segera buka impor biar harganya tidak cenderung naik," papar Wasto.

 

Guna mengendalikan harga di pasaran, operasi pasar akan segera dilakukan. Wasto memastikan ketersediaan bahan pokok khususnya komoditas beras sangat cukup. Sedangkan ketersediaan gula, kebijakan impor yang akan dijadikan intervensi untuk menurunkan harga gula agar tidak melambung.

"Kami sudah minta ke Bulog secara teknis silahkan saling dikomunikasikan dengan Diskopindag pasar mana, kapan dan lain-lain dengan situasi terkini dan segera eksekusi," tandas mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang ini. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Epariyani