Pemkab Segera Bentuk Dewan KEK Daerah | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 09 Okt 2019, dibaca : 579 , udi, ira

MALANG –  Singosari secara resmi ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Selasa (8/10). Beragam hal dilakukan setelah peresmian, salah satunya dengan membangun infrastruktur menunjang KEK sesuai dengan site plan. Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Malang, Ir Tomie Herawanto.
”Tahapan pertama adalah membentuk dewan KEK daerah dulu. Gubernur Jatim menjadi ketuanya, sedangkan Bupati Malang sebagai wakil. Dewan KEK ini beranggotakan konsosrium atau pihak-pihak pengelola, kemudian melaksanakan sesuai apa yang tertuang pada site plan. Salah satunya adalah infrastruktur,’’ katanya.
Dijelaskan Tomi, infrastruktur tersebut sangat penting, untuk mendukung percepatan pembangunan KEK. Tidak sekadar jalan, tapi juga aliran air, telekomunikasi, maupun aliran listrik. Semuanya harus seiring sejalan. Tidak kalah penting, adalah percepatan proses perizinan. Dengan adanya percepatan proses perizinan ini, pembangunan di KEK bisa cepat.
”Di KEK ini ada tiga zona, yakni zona pariwisata, zona tecno park dan zona industri kreatif. Semua zona ini sudah memiliki konsep yang matang, istilahnya tinggal jalan,’’ urainya.
Tomie menjelaskan, jika KEK Singosari memiliki sejarah yang panjang. Awalnya tahun 2010 lalu, Pemerintah Kabupaten Malang mencari cara untuk mengembangkan pariwisata Kabupaten Malang, terutama di wilayah Singosari. Diskusi panjang dilakukan, hingga akhirnya Pemkab Malang bertemu dengan Dirut PT Intelegensia Grahatama, David Santoso. Kemudian David mendukung penuh rencana pengembangan pariwisata. Bahkan, David juga menawarkan diri untuk membuka pola pengembangan pariwisata. Tidak sekadar berkata, tapi pola-pola pengembangan itu dipaparkan David ke Pemkab Malang setelah pihaknya berkunjung ke Bali dan beberapa daerah lainnya. ”Diskusi kami juga dengan Pemerintah Provinsi Jatim dan Kementrian Pariwisata terkait pengembangan wisata di Kabupaten Malang ini,’’ ujarnya.
Hingga akhirnya 2015 lalu, sesuai arahan pemerintah Provinsi Jatim dan Kementrian pariwisata agar membentuk KEK Singhasari. Apalagi saat itu, kata Tomi, Bromo Tengger Semeru juga ditetapkan sebagai Kawasan Strategus Pariwisata Nasional. ”Sehingga cukup tepat jika Singosari ditetapkan sebagai KEK,’’ tambahnya.
Tomie menyebutkan, KEK Singhasari tidak sekadar kasawan ekonomi biasa. Di kawasan tersebut, diharapkan berdampak positif kepada masyarakat. Perputaran uang di wilayah itu, memberikan dampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat
Keberadaannya pun dikatakan Tomie tidak hanya dapat dirasakan warga Singosari saja, warga di luar Singosari pun dapat merasakan dampak dari kawasan ini. ”Pemerintah daerah pun mendapatkan imbas dari KEK ini. Meskipun tidak mengelola, tapi dengan adanya KEK pendapatan pajak daerah pun akan meningkat.
KEK Singosari dijelaskan Tomie, berada dilahan seluas 120 hektare. Semua lahan itu sudah dibebaskan, dan pembangunan di zona pertama saat ini sedang disiapkan. ”Untuk zona kedua, yaitu kawasan teknologi industri, sedang melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).  Yang terlibat dalam mengelola kawasan ini, lebih dulu mengikuti magang.
”KEK memiliki pola yang luar biasa. Selain tempat wisata juga ada beragam fasilitas. Tentunya konsep kami adalah wisata heritage. Termasuk jika ada hotel atau penginapan, pembangunannya tetap menggunakan konsep  heritage. Termasuk pembangunan rumah sakit, konsepnya adalah pariwisata. Jadi  ini keren lah, selain disini juga diangkat tentang pengembangan industrinya,’’ pungkasnya. (ira/udi)



Jumat, 13 Des 2019

Skadron 32 Lanud Abd Saleh

Loading...